| Rabu, 25 Juli 2007 | BANYUMAS |
Undang Pembaca lewat Mobil Pintar
ARSWENDO Atmowiloto menulis buku berjudul 'Mengarang itu Gampang'. Benarkah? Ternyata tidak, jika melihat gaya peserta lomba mengarang dan Sinopsis yang digelar di Halaman UPT Perpustakaan Daerah (Perpusda), Jalan Gatot Soebroto Purwokerto. Tampang mereka serius seolah tidak ada hal lain yang bisa mengalihkan perhatian mereka dari kertas di atas meja. Hingga Kamis (26/7) mendatang, pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA bakal mengikuti seleksi tingkat kabupaten. "Pesertanya menurun jika dibanding tahun lalu," ungkap Kepala UPT Perpusda, odikin SH disela acara, kemarin. Hanya 20 duta tingkat SD dari seharusnya 27 siswa yang merupakan pemenang di tingkat kecamatan. Hanya 21 wakil SMP/MTs dari 68 sekolah yang diundang, dan hanya 10 sekolah SMA/SMK dari undangan berjumlah 28 sekolah. Di luar undangan, ada ratusan sekolah di seantero Banyumas. Lomba kepenulisan yang digelar bukan oleh Perpusda, bahkan lebih sedikit lagi pesertanya. Menulis mungkin saja memang masih dianggap sukar di tengah masyarakat yang belum tekun membaca. Tengoklah angka rata-rata kunjungan 500 orang per hari ke Perpusda. Padahal letaknya di tengah kota yang konon berjuluk 'kota pelajar'. Bandingkan dengan Wonosobo yang mencatat 1500 pengunjung per hari. "Angka 500 itu sudah mengalami kenaikan 300 persen dibanding dua tahun lalu, sehingga lomba bisa menjadi cara meningkatkan minat baca tulis," ucap Sodikin. Motor Pintar Sementara itu ada 25 ribu buku dengan lebih dari 17 ribu judul tersedia. Agustus mendatang, anggaran Rp 180 juta akan menambah koleksi menjadi 1600 judul buku baru. Tujuh hari dalam seminggu, pustakawan siap melayani. Untuk mereka yang siang hari bekerja, sedang dirancang buka malam hari. Untuk anggota, setiap kali tidak bisa mendapat judul buku yang diinginkan di perpus, boleh membeli sendiri di toko buku. "Laporkan ke pustakawan, pasti uang akan diganti," terang Sodikin. Untuk anak usia 4-15 tahun, kini ada fasilitas motor pintar. Sepeda motor akan berkeliling bersama tutornya. Motor dilengkapi sentra audio-visual (DVD player dan televisi), sentra komputer (laptop), sentra buku (500 buah), dan sentra permainan anak. "Sekarang kami sedang memilih titik-titik yang membutuhkan sarana belajar ini. Masyarakat juga bisa mengundang motor pintar ke daerahnya," ungkap Fuad Zein, tutor motor pintar. (29) |