| Rabu, 18 Juli 2007 | NASIONAL |
Muhaimin: Ada Gerakan Rongrong Gus Dur
JAKARTA-Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar melakukan tabayun (klarifikasi) dengan Ketua Umum Dewan Syuro KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menyusul adanya ancaman untuk menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB), karena diduga muncul pembangkangan di tubuh partai akhir-akhir ini. Demikian dijelaskan Sekjen DPP PKB Yenny Wahid kepada wartawan di Jakarta kemarin. Muhaimin telah melaporkan masalah itu kepada Gus Dur, dan menguak adanya sebab permasalahan, serta gerakan pembangkangan di DPP. ''Pak Muhaimin Iskandar dalam pertemuan dengan Gus Dur melaporkan siapa biang kerok selama ini di DPP,''ujar Yenny. Pertemuan dilakukan di kediaman Gus Dur di Ciganjur. Pada kesempatan itu, menurut Yenny, Muhaimin juga melaporkan mereka yang merong-rong dan melakukan perlawanan terhadap Gus Dur, termasuk Eman Hemawan dan Hanif Dhakiri yang keduanya menjabat sebagai Wasekjen. Yenny yang juga putri Gus Dur menanggapi pernyataan yang menyudutkan dirinya soal pembisik yang disebut-sebut mengelilingi Gus Dur. ''Beliau adalah orang yang membuka akses informasi seluas-luasnya dari siapa pun. Saya tidak punya monopoli atas informasi yang masuk ke Gus Dur.'' Yenny mengaku bisa mengerti kalau Hanif Dhakiri marah dan menyudutkan dirinya dan bertanggung jawab atas pembisik tersebut. ''Ketika saya menjadi Sekjen, saya menemukan banyak penyimpangan dan keganjilan di sekretariat DPP yang tadinya dipimpin Hanif termasuk adanya rekening liar yang penggunaanya tidak pernah dilaporkan ke DPP.'' Soal tudingan hanya anak biologis Gus Dur, Yenny mengakui saat ini harus ngangsu kaweruh dahulu, belajar lebih banyak lagi tentang pemikirannya serta terus berkeliling di masyarakat untuk mendengarkan jeritan hati mereka dan bisa merasakan penderitaan. ''Itu kalau ingin jadi anak ideologis Gus Dur.'' Sakit Hati Wakil Sekjen DPP PKB Hanif Dakhiri yang telah dicopot mengatakan, Yenny menuduh dirinya sakit hati kepadanya. ''Sebenarnya bukan saya yang sakit hati pada Mbak Yenny. Tapi, dialah yang merasa sakit hati pada saya karena saya dianggap menjelek-jelekkan Sigid Haryo Wibisono,'' ungkapnya kepada Suara Merdeka. Padahal, lanjutnya, Hanif mengaku tidak mengenal Sigid dan tidak pernah bertemu dengannya. ''Mana mungkin saya menjelek-kan dia. Sewaktu saya dituduh Mbak Yenny begitu, saya sudah mengklarifikasi melalui telepon maupun SMS. Bahkan, saya pernah meminta bukti kalau memang ada. Sampai saat ini tidak pernah ada bukti tentang itu,'' tambahnya. Menurutnya, sosok Sigid ramai dibicarakan di PKB dan di kalangan kiai. ''Mulai dari DPP PKB hingga pengurus ranting. Tidak jelas dari mana itu mulai. Tapi, kehadiran Sigid bagai hantu gentayangan di PKB. Banyak yang membicarakannya, tapi tidak banyak yang mengenalnya. Anehnya, saya tiba-tiba jadi tertuduh. Klarifikasi saya tidak didengar oleh Mbak Yenny,'' keluhnya. Sejak saat itu, lanjutnya, Hanif merasa karakternya dibunuh. Tidak hanya Hanif yang mengalami hal itu. Sebab, hal yang sama juga dialami oleh Ketua Umum DKN Garda Bangsa Eman Hermawan. Hanif mengaku tidak tahu, kesalahan apa yang dilakukan oleh Eman sehingga dia juga dicopot dari jabatannya sebagai Wasekjen DPP PKB. ''Bahkan Gus Dur yang mulia juga dipinjam untuk membunuh karakter saya dan Eman. Tapi kami diam saja. Bahkan ketika tanpa alasan yang masuk akal, kami berdua dipecat dari DPP PKB, kami masih diam saja. Tapi kami terus digencet di mana-mana dan didzalimi sedemikian rupa,'' tuturnya. Hanif mengaku tidak tahu, apakah yang dialaminya disebabkan mereka berdua adalah 'kaum sudra' di NU. ''Jika ditanyakan kepada kami apa kesalahan yang telah kami lakukan, maka jawabnya hanya satu, yaitu kami bekerja keras dan mencintai Gus Dur dengan cara yang masuk akal.'' Sebelumnya, anggota FKB DPR Mahfud MD menyarankan agar Muhaimin melakukan klarifikasi dan pendekatan terhadap Gus Dur. Apalagi, Gus Dur sempat melontarkan niatnya agar dilaksanakan MLB pada bulan September 2007. ''Itu pernah terjadi saat Matori Abdul Djalil yang waktu itu adalah ketua umum DPP PKB menjadi menteri. Ketika itu, Gus Dur mengumumkan akan melakukan MLB. Dalam waktu singkat, dukungan terhadap Gus Dur segera bergerak untuk menggelar MLB. Jadi, personality Gus Dur sangat kuat dibanding dengan institusi PKB itu sendiri,'' jelasnya. Dia berharap, MLB tidak terjadi. Sebab, hal itu hanya akan memperkeruh suasana di PKB. Tapi Mahfud membantah Gus Dur dikelilingi oleh para calo. ''Tidak benar Gus Dur dikelilingi para calo politik. Saya yakin Gus Dur tidak bodoh. Yang terjadi saat ini adalah perang informasi antara Gus Dur dan Muhaimin,'' terangnya. (di,H28-41) | ||||