| Rabu, 18 Juli 2007 | SEMARANG |
Lahan Tidur untuk Budi Daya Jarak KepyarSEMARANG- Sebagian lahan tidur di Kecamatan Gunungpati dimanfaatkan untuk budi daya tanaman jarak kepyar (ricinus communis). Budi daya tanaman produksi itu dilakukan dengan sistem kerja sama bagi hasil antara pemilik tanah, petani penggarap, dan pihak ketiga. Ada lebih dari lima hektare lahan tidur di Kelurahan Sukorejo dan Pongangan yang saat ini ditanami jarak kepyar. Penanaman dilakukan serentak pada Februari. Sejak sebulan lalu tanaman itu mulai berproduksi. Menurut Yarmin (57), warga Kampung Kalialang, Sukorejo, budi daya jarak kepyar di tempat itu baru kali pertama dilakukan. Dia bersama sekitar 10 warga diajak kerja sama oleh seseorang yang memberinya bibit, pupuk, dan pestisida. Kalau nanti telah panen, hasilnya dibagi tiga. Petani penggarap mendapat bagian separo. Separo lainnya untuk pemilik lahan dan pihak ketiga yang mengucurkan modal. ''Katanya harga biji jarak kepyar Rp 1.500/kilogram. Berarti kami sebagai penggarap dapat Rp 750/kilogram,'' ujar Yarmin. Budi daya jarak kepyar di lahan tidur itu membuka lapangan kerja bagi warga. Yarmin misalnya, semula hanya penganggur. Saat mendapat tawaran menanam jarak pagar, dia antusias. Terlebih pihak pemodal memberi dana rangsangan Rp 250.000 dan uang Rp 100.000/bulan untuk tiga bulan pertama. Tinggalkan Pekerjaan Kuwadi (37), petani penggarap lain rela meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang batu untuk menekuni budi daya jarak kepyar. Jika nantinya benar-benar menguntungkan, dia akan terus menanam. Namun, kalau hasilnya minim, Kuwadi akan kembali kerja di proyek. Kasubdin Produksi Dinas Pertanian Kota Semarang Ir Sutrisno Jatmoko mendukung pemanfaatan lahan tidur untuk produksi jarak kepyar. Menurutnya, lahan-lahan tersebut jika dimanfaatkan dapat memberi manfaat untuk masyarakat. Saat ini ada ribuan hektare lahan tidur milik pihak ketiga yang belum dimanfaatkan di Kota Semarang. Daripada tidak menghasilkan apa-apa, lebih baik dimanfatkan untuk pertanian, seperti jarak kepyar. ''Tanaman jarak, baik jenis kepyar maupun pagar dapat tumbuh di lahan tidur yang notabene bertanah kering. (H6- 37) |