| Selasa, 17 Juli 2007 | SALA |
LINTAS DAERAHTiap RT 1 Kuintal RaskinSRAGEN-Masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Sambirejo, Sragen, merasa lega. Pasalnya bantuan beras sudah dibagikan merata. Pembagian beras bagi ratusan kepala keluarga (KK) tidak mampu itu dilakukan melalui ketua rukun tetangga (RT). Pembagian dilakukan sejak Selasa lalu. Setiap RT menerima rata-rata sekitar 1 kuintal beras. ''Saya bersyukur, karena raskin sudah bisa diambil di balai desa,'' tutur Daryadi, Ketua RT Getas Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo. Jumlah bantuan disesuaikan dengan jumlah pemohon KK kurang mampu.(nin-63) PerkawinanTak Lagi Sakral WONOGIRI - Kawin siri dan perceraian di bawah tangan menjadikan ikatan perkawinan tidak lagi sakral. ''Lembaga perkawinan hanya formalitas belaka, jauh dari mawadah, warohmah dan sakinah,'' tegas Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Agama Jateng Drs H Kholilurrahman SH MH. Dia menegaskan hal saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi UU Nomor 3/2006 - sebagai amandemen UU No 7/1999 tentang Peradilan Agama - di pendapa Kabupaten Wonogiri, Senin (16/7) kemarin. Kholilurrahman menyatakan, kawin siri dan cerai di bawah tangan banyak dilakukan kalangan publik figur dan selebriti. Dia juga menyinggung banyaknya kasus wanita kawin di bawah umur.(P27-58) Air Sungai Dimanfaatkan BOYOLALI - Ribuan warga Kecamatan Kemusu terpaksa menggunakan air sungai dan air Waduk Kedungombo untuk kebutuhan sehari-hari. ''Hal seperti ini dilakukan warga Kemusu setiap musim kemarau,'' ujar Yatmo (51), seorang warga Desa Genengsari. Dikatakan, air yang diambil dari sungai diendapkan terlebih dulu selama sehari semalam, sebelum bisa digunakan untuk memasak dan minum. Untuk mandi, warga langsung terjun ke sungai. Sekcam Kemusu Tri Prihastoro mengatakan, 47.494 warga 13 desa di kecamatan itu selalu kekurangan air bersih setiap musim kemarau.(G10-58) |