| Selasa, 17 Juli 2007 | PANTURA |
Keliling PanturaTiga Pemuda Pelopor Maju ke JatengPEKALONGAN - Tiga pemuda memenangi seleksi Pemuda Pelopor tingkat Kota Pekalongan dan berhak mengikuti lomba pemilihan di tingkat provinsi. Ketiganya adalah Mustofa Basri, warga Panjangwetan, Kecamatan Pekalongan Utara; Anif, Kelurahan Benda (Pekalongan Barat); dan Aan Jindan, Kelurahan Dukuh (Pekalongan Utara). Sekretaris Pemilihan Pemuda Pelopor Kota Pekalongan, Drs Adi Purwanto menjelaskan mereka terpilih melalui seleksi yang dilakukan beberapa instansi seperti Kantor Pariwisata, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kantor Kesos, Deperindagkop, dan Bagian Kesra.(A15-52) Kepala RPH Diperiksa Kejari TEGAL- Kepala Seksi (Kasi) UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Kelautan dan Pertanian (Dislatan) Kota Tegal, SUP (48) diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Senin (16/7). Dia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan pengadaan kapal dari Gubernur Jateng. Menurut Kasi Pidsus Kejari Joko Wibisono SH, tersangka didampingi pengacaranya, FA Frediyanto Hascaryo SH, yang ditunjuk Kajari Tegal Mardjuki SH. Joko mengatakan, ketika pemeriksaan berlangsung sekitar 30 menit, tiba-tiba listrik padam. Karena itu pemeriksaan ditunda sementara waktu. Dia mengemukakan, pihaknya telah memeriksa 25 saksi. Sebagian besar adalah nelayan dan pemilik kapal yang mengetahui proses pengadaan bantuan kapal itu. Seperti diberitakan, SUP dan MAK ditetapkan sebagai tersangka setelah Kejari menyidik kasus bantuan tiga kapal purseseine tahun 2001 dengan total nilai Rp 750 juta, Maret lalu. (H17-65) SDLBN Kekurangan Guru TEGAL- Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Negeri Kota Tegal kekurangan tenaga pengajar. Kepala sekolah Adi Andrijati SPd kemarin mengatakan, metode mengajar di SDLB berbeda dengan sekolah umum, karena memerlukan perlakuan khusus untuk setiap siswa. Menurutnya, untuk tenaga pengajar di sekolahnya tidak semua guru bisa masuk, harus lulusan S1 pendidikan luar biasa (PLB). "Kami sudah lama meminta ke Dinas Pendidikan dan BKD Kota Tegal, namun sampai saat ini belum ada," ujarnya. Dia mengatakan, selain guru, permasalahan lain adalah keterbatasan jumlah ruang kelas. Menurutnya, saat ini ada 13 kelas sedangkan ruangan yang tersedia hanya 12, tuna netra satu kelas, tuna rungu lima kelas dan tuna grahita enam kelas, jumlah siswa keseluruhan ada 80 anak. (J15-52) PSN Sepekan Sekali PEKALONGAN - Agar pencegahan penyakit deman berdarah (DB) lebih efektif, maka harus dilakukan pencegahan melalui gerakan pemberantasan nyamuk (PSN) sepekan sekali secara serentak oleh masyarakat. Demikian dikatakan Kepala Dinas KesehatanKota Pekalongan dr Dwi Heri Wibawa MKes ketika dimintai konfirmasi tentang beberapa warga Kelurahan Podosugih yang terserang DB (SM, 16/7). Heri mengakui, tindakan fogging (pengasapan) yang dilakukan di Podosugih merupakan awal tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah menjalarnya perkembangan nyamuk Aedes aegipty. (A15-52) |