logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Juli 2007 PANTURA
Line

Harga Cengkih Merosot

BUMIAYU- Petani cengkih di Brebes Selatan gelisah, karena harga jual panenannya merosot. Sudah tiga hari ini, harga jual cengkih basah turun hingga Rp 6.000/kg, sedangkan cengkih kering Rp 20.000/kg.

Sebelumnya harga jual cengkih basah berada pada angka Rp 8.600 - Rp 9.000/kg, sementara cengkih kering Rp 28.000 - Rp30.000/kg.

Beberapa petani cengkih seperti di Kecamatan Paguyangan, Bantarkawung, Bumiayu mengaku cemas dengan pergerakan harga tersebut.

"Turunnya harga cengkih begitu cepat, setiap hari turun," kata Slamet (45), petani di Paguyangan.

Dia mengatakan, harga jual saat ini berada di bawah patokan harga ideal. Meski harga turun, ia dan petani lainnya tidak bisa berbuat apa-apa.

"Mau bagaimana lagi, kami juga terdesak kebutuhan hidup. Jalan satu-satunya ya jual cengkih meski keuntungannya sangat sedikit," tandasnya.

Tetap Banyak

Taufik, salah satu pengepul cengkih di Kecamatan Paguyangan mengatakan, petani yang menjual cengkih tetap banyak meski harga jual cengkih terus menurun.

"Harga terus turun, tetapi petani yang menjual cengkih juga tetap banyak," ujarnya.

Dikatakan, salah satu penyebab utama merosotnya harga jual cengkih adalah akibat stok cengkih yang melimpah karena panen raya. Dia memperkirakan harga cengkin akan terus merosot pada harga Rp 5.000 untuk setiap kilogram cengkih basah. "Hampir di tiap kecamatan, petani cengkih panen. Panen juga terjadi pada sentra-sentra cengkih di luar daerah," katanya. (tg-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA