logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Juli 2007 OLAHRAGA
Line

GEMPITA

Ahmad Shah Tolak Mundur

KUALA LUMPUR- Ketua Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Sultan Ahmad Shah kemarin berjanji akan merombak manajemen, tetapi menolak mengikuti jejak putranya untuk mengundurkan diri akibat penampilan buruk tim negara tersebut di Piala Asia. Dia mengumumkan penyelidikan atas kekalahan Malaysia 1-5 dari China dan 0-5 dari Uzbekistan, tetapi menolak tuntutan agar meninggalkan jabatannya.

"Saya bukan pengecut. Saya tidak akan tunduk pada tuntutan masyarakat," katanya. Putranya, Tengku Abdullah Ahmad Sultan Shah, Minggu lalu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai deputi presiden Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) sebagai respons atas penampilan buruk timnya.

Anggota Dewan Independen FAM, Khairy Jamaluddin, juga mengundurkan diri kemarin. "Saya mengambil tindakan ini atas dasar tanggung jawab kolektif dan bersama atas penampilan buruk tim sepak bola nasional," katanya dalam sepucuk surat kepada sekretaris jenderal FAM, seperti dilaporkan Kantor Berita Bernama.

Ahmad, yang menjadi ketuasejak 1984, mengatakan akan memimpin suatu tim pejabat senior FAM untuk meneliti kekalahan tersebut.(ant-22)

Berlatih Nyanyikan Lagu Korea

JAKARTA-''Indonesia Sahabat Korea''. Spanduk ini terlihat mencolok pada sektor 15 Stadion Utama Gelora Bung Karno saat pertandingan Korea Selatan melawan Bahrain, Senin lalu. Spanduk itu dibentangkan oleh suporter Korsel asal Indonesia. Mereka adalah para pekerja pabrik perusahaan Korea di Jabodetabek.

Hebatnya, mereka juga sangat fasih menyanyikan lagu Korea sepanjang pertandingan berlangsung. ''Kami memang latihan di pabrik saat istirahat. Tulisan ini juga ide kami. Maksudnya adalah agar pendukung Indonesia simpati pada Korsel,'' ujar Supeno, yang menjadi koordinator suporter. (D3-22)

''Kemarin ke Mana Saja?''

JAKARTA-Kekalahan Indonesia 1-2 dari Arab Saudi tidak menyurutkan para pendukung Bambang Pamungkas cs untuk memburu suvenir timnas. Mereka tetap antusias untuk memperoleh kaus, pin maupun topi berhiaskan burung garuda. Sayangnya para penjual barang tersebut sulit ditemui. Pedagang biasanya menjajakan dagangannya sehari menjelang pertandingan Indonesia atau saat pertandingan berlangsung. ''Kemarin ke mana saja. Sekarang sudah sepi. Besok saja Ibu datang lagi ke sini, dijamin ada,'' ujar seorang petugas keamanan ketika seorang ibu menanyakan barang-barang yang diinginkannya.(D3-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA