logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Juli 2007 MURIA
Line

Kapal Ponton Menutup Alur Muara Kali Alasdowo

PATI - Kapal ponton milik KUD Sarono Mino Pati yang terpaksa tambat di ujung muara Kali Alasdowo, Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, kini membuat repot para nelayan desa setempat.

Pasalnya, sebagian alur muara menjadi tertutup oleh kapal tersebut. Hal itu terjadi karena kapal ponton berhenti beroperasi menyusul terperosoknya begu dalam lumpur bercampur pasir di pantai Desa Banyutowo.

Akibatnya, pengerukan muara juga harus berhenti karena begu praktis tidak bisa beroperasi.

Menurut Jarwo (48), nelayan setempat, yang menjadi masalah sekarang yakni tempat tambat kapal ponton tepat di mulut muara. Nelayan yang berangkat atau pulang melaut harus berhati-hati saat memasuki sekitar lokasi itu.

"Salah perkiraan, ancaman perahu cukrik nelayan bisa kandas. Sekitar lokasi muara sangat dangkal akibat sudah lama tertutup endapan lumpur bercampur pasir yang selama ini dibawa gelombang pasang," jelasnya.

Satu-satunya Jalur

Tempat bertambatnya kapal ponton itu, kata Jarwo, merupakan satu-satunya jalan bagi nelayan yang menggunakan perahu cukrik saat pulang dari melaut. Karena itu, untuk tempat tambatannya, terpaksa juga harus bergeser sedikit agak ke hilir.

"Hanya saja, saat membawa keluar atau masuk ke lokasi tersebut lebih dahulu harus melalui sebagian alur kali yang sudah digunakan menambatkan kapal ponton itu," jelas dia.

Agar tidak terjebak di alur yang dangkal, para nelayan harus lewat membawa perahunya dengan cara mepet dengan kapal tersebut.

Bila perlu, agar bisa lebih leluasa menuntun perahunya, ada nelayan yang terpaksa naik ke atas kapal ponton. Kondisi seperti itu diperkirakan akan terjadi cukup lama bila kapal ponton tidak digeser ke lokasi lain.(ad-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA