| Selasa, 17 Juli 2007 | BANYUMAS |
JALUR SELATANManager BMT Karomah DitahanWONOSOBO - Manager BMT Karomah Selomerto, Ny Cubi Rahayuningsih (45 tahun) ditahan di Polres Wonosobo. Dia diduga melakukan penipuan. Sebagai manager, tersangka mengucurkan kredit menggunakan uang pribadi. Akibatnya, kredit tidak tercatat di lembaga keuangan syariah yang dia kelola. Kapolres AKBP Drs Edy Suryanto didampingi Kasatreskrim AKP Imam Suparyanto, kemarin mengungkapkan, praktik yang dilakukan tersangka, menyimpang. AKBP Edy menyebut, 11 Oktober 2004, saksi Yoyok M (39) asal Kampung Sumberan mengajukan kredit ke BMT Karomah Kecamatan Selomerto Rp 50 juta. Untuk itu, dia menyerahkan agunan berupa sertifikat tanah dan rumah. Namun saat kredit cair, dengan alasan untuk biaya administrasi dan mengurus balik nama sertifikat, dia hanya menerima Rp 44 juta. (P55-72) Dinkes Kesulitan Pengawasan GOMBONG - Dinas Kesehatan Provinsi Jateng cukup dilematis menyikapi penutupan lokalisasi di sejumlah wilayah. Sebab, penutupan lokalisasi tersebut akan menyebabkan Dinkes kesulitan dalam mengawasi dan membina pekerja seks komersial (PSK). "Persoalan lokalisasi dan PSK memang cukup dilematis. Di sisi agama, pelacuran dilarang. Pada sisi kesehatan, jika tidak dilokalisasi, akan sulit mengontrol dan menekan penyebaran penyakit, termasuk HIV/AIDS," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P3M) Dinkes Jateng Dokter Puji Lestari kepada wartawan dalam satu acara di Gombong, belum lama ini. (J19-66) Izin agar Dipermudah TEMANGGUNG - Komisi A DPRD meminta Bupati Irfan mempermudah pemberian izin pemeriksaan atas sejumlah kepala desa (kades) yang diduga menggunakan ijasah palsu dalam pecalonan. Sebab, pemeriksaan itulah yang akan menguak kasus pelanggaran ijazah palsu. ''Menurut Kasatreskrim Polres Temanggung, kunci menyelidiki permasalahan ini bisa diperoleh dari keterangan para Kades yang diduga memalsukannya,'' ungkap Wakil Ketua Komisi A DPRD Temanggung, Muhamdi didampingi salah seorang anggota, HM Siroth, kemarin. Beberapa hari lalu, komisi tersebut mengundang Polres terkait laporan mengenai dugaan penggunaan ijazah palsu. Berdasar keterangan pihak Polres, terungkap bahwa sebagian kasus telah ditangani lewat penyelidikan. Namun mengenai pemeriksaan terhadap Kades, masih terkendala izin dari Bupati belum turun. ''Karena itu Komisi A mengimbau agar Bupati tidak mempersulit izin pemeriksaan,'' tandas anggota FAN DPRD itu.(H24-72) Suplai Air Masih Lancar CILACAP- Suplai air dari Bendung Gerak Gambarsari, Banyumas ke areal persawahan di wilayah Cilacap timur masih lancar dan bisa mencukupi kebutuhan. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dipertanak) Kabupaten Cilacap Ir H Anton Santosa MP, kekurangan air yang dialami petani di wilayah perkotaan, kemungkinan besar karena suplai dari pintu air di Pesanggrahan, Kesugihan sudah berkurang. ''Kemungkinan air yang dikirim ke wilayah barat debitnya kecil, sehingga tidak cukup untuk mengairi sawah di wilayah perkotaan, terutama di Cilacap Utara,'' katanya. Tapi areal persawahan di wilayah timur tidak ada masalah. Sampai sekarang kebutuhan air di wilayah tersebut masih terpenuhi. Mengingat, jarak sawah di wilayah timur ke Bendung Gerak Gambarsari lebih dekat. Menurut Anton, petani di wilayah timur tak perlu khawatir kekurangan air. Alasannya, karena rencana pengeringan saluran irigasi untuk keperluan perbaikan ditunda sampai akhir September 2007. Dengan demikian, petani masih bisa panen musim tanam (MT) II tahun ini. Camat Sampang Drs Wijaya MM mengatakan, meski saat ini sudah memasuki musim kemarau tapi petani di wilayahnya tidak khawatir kekurangan air. Sebab, suplai air melalui jaringan irigasi di wilayahnya masih lancar.(ag-74) |