logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Juli 2007 SEMARANG
Line

Kejagung Keluarkan Petunjuk

  • Kasus Korupsi Asuransi Fiktif

SEMARANG- Kejaksaan Agung sudah mengeluarkan petunjuk terhadap rencana dakwaan (rendak) kasus dugaan korupsi asuransi fiktif APBD Kota Semarang tahun 2003, senilai Rp 1,7 miliar.

Direktur Penuntutan JAM Pidsus Kejagung, Zulkarnain SH, dihubungi dari Semarang, Kamis (12/7), mengatakan, belum lama ini sudah menerima berkas rencana dakwaan.

Ia sampaikan, Kejaksaan Agung juga telah mengirimkan petunjuk-petunjuk penyempurnaan yang harus ditindaklanjuti jajaran bidang pidana khusus Kejaksaan Tinggi Jateng dan Kejari Semarang. Pihaknya mengaku petunjuk itu sudah dikirimkan ke Semarang. Kapan? Ia mengaku lupa-lupa ingat. "Ya, baru-baru ini juga, belum lama."

Menurut Zulkarnain, setelah rencana dakwaan itu nantinya disempurnakan, penuntut umum Kejari Semarang tidak perlu mengkonsultasikannya lagi.

Dia katakan, memang ada beberapa hal yang kurang dan harus dilengkapi. Tidak dijelaskan hal-hal dimaksud. Namun secara umum, Kejagung sudah memberikan persetujuan terhadap rendak tersebut. Sehingga, setelah Kejari Semarang melakukan penyempurnaan bersama Kejaksaan Tinggi sesuai petunjuk yang diberikan, berkas perkaranya sudah bisa diserahkan ke pengadilan.

Terpisah, Asisten Pidana Khusus (Asipidsus) Kejaksaan Tinggi Jateng, Uung Abdul Syakur mengatakan, pihaknya belum menerima petunjuk dari Kejaksaan Agung. "Memang tim yang memeriksa di sini sudah mengirimkan rendak itu 12 Juni lalu. Namun kami belum menerima petunjuk yang harus ditindaklanjuti itu."

Kasus asuransi fiktif, yang penyidikannya dilakukan Polwiltabes Semarang, berkas perkara atas nama tersangka mantan pimpinan DPRD Kota, Ismoyo Soebroto, Hamas Ghanny, dan Humam Mukti Azis, sudah dinyatakan lengkap atau P-21, pertengahan 2005.

Selain itu, yang dinyatakan P-21 adalah berkas perkara atas nama tersangka Branch Manager PT Pasaraya Line Insurance Cabang Semarang (saat itu), Nyoman Wiryadhana beserta broker-nya.

Sementara berkas perkara tersangka anggota Komisi C DPRD Kota (saat itu), Fathur Rahman, Santoso Hutomo, Agustina Wilujeng, Shonhadji Zaenuri, Hindarto Handoyo, dan Tohir Sandirdjo, baru dinyatakan lengkap awal tahun 2007. (H30-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA