| Kamis, 12 Juli 2007 | SALA |
597 Siswa Tak Tertampung PSB OnlineSRAMBATAN- Sebanyak 597 siswa dipastikan tidak tertampung dalam penerimaan siswa baru (PSB) online 2007. Jumlah tersebut terdiri atas pendaftar tingkat SMP, SMA, baik dari dalam kota maupun luar kota. Berdasarkan data yang diperoleh dari pusat komputer (Puskom) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), untuk pendaftar PSB online SMP, jumlah totalnya 7.918. Perinciannya, pendaftar dari dalam kota 6.675, sedangkan dari luar kota 1.243. Sedangkan yang tertampung di PSB online jumlah totalnya 7.661. Perinciannya, jumlah pendaftar dari dalam kota 6.642, sedangkan dari luar kota 1.019 siswa. Untuk pendaftar tingkat SMA, jumlah totalnya 4.409. Jumlah tersebut terdiri atas pendaftar dari dalam kota 3.817, sedangkan dari luar kota 592. Setelah dilakukan penyaringan, jumlah tersebut menyusut karena yang diterima hanya 4.094 siswa. Perinciaannya, pendaftar yang diterima dari dalam kota 3.548, sedangkan dari luar kota 546. "Kalau dirinci lagi, jumlah pendaftar yang tidak diterima di tingkat SMP sebanyak 282, sedangkan dari tingkat SMA 315, sehingga kalau ditotal, pendaftar yang tidak tertampung di PSB online sebanyak 597," kata petugas Puskom yang enggan disebut namanya. Selain itu, terdapat 60 pendaftar PSB online yang mencabut pendaftaran, sehingga nama mereka secara otomatis hilang dan tidak bisa mengikuti PSB online. Dari pemantauan Suara Merdeka di sejumlah sekolah, papan pengumuman diserbu oleh siswa dan orang tua yang ingin melihat langsung pengumuman tersebut. Mereka antusias sekali melihat pengumuman, meskipun data secara online sudah bisa diakses sejak pukul 00.00. Antre Di SMAN 1 Surakarta, ratusan siswa nampak berkumpul ingin melihat pengumuman yang ditempel di papan. Bahkan sebelum kertas pengumuman ditempel, mereka sudah menunggu dan antre. Tak urung desak-desakan tidak dapat terhindarkan. Raut wajah merekapun semakin beragam setelah melihat hasil pengumuman. Ada yang bersuka cita karena diterima, ada pula yang berwajah kecewa. Karena mereka sebelumnya optimis bisa diterima. "Saya cukup kecewa karena anak saya tidak tertampung di SMAN 1, karena nilai anak saya dengan nilai siswa terendah yang diterima hanya terpaut tipis," ujar Drs Mustajab, salah seorang orangtua pendaftar yang tidak diterima di SMAN 1. Terkait dengan hasil PSB online tersebut, Kepala SMAN 1 Surakarta, Drs Sartono PH mengatakan, pendaftar yang diterima selanjutnya dikumpulkan di aula untuk diberi bekal dan penjelasan. Kaitannya dengan daftar ulang yang akan dilakukan mulai 12-13 Juli mendatang. Jika dalam waktu yang telah diberikan tersebut ada calon siswa tidak melakukan daftar ulang, akan dianggap gugur. Sedangkan mereka yang tidak tertampung, diminta mengambil persyaratan yang sudah diberikan saat pendaftaran untuk selanjutnya digunakan di sekolah yang menampung mereka. "Tetap dianggap gugur dan kekosongan yang ada tetap dibiarkan. Sebelum ada intruksi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Surakarta terkait hal itu, kami tidak akan mengisinya," tegasnya. Menurut dia, dari pengalaman tahun lalu memang ada beberapa siswa yang tidak daftar ulang, hal tersebut dikarenakan siswa yang bersangkutan diterima di sekolah Taruna Nusantara. Dia berharap, untuk tahun ini semua siswa yang terjaring melakukan daftar ulang. Kepala Dikpora Kota Surakarta, Amsori mengatakan, secara umum PSB online berjalan lancar. Kalaupun ada beberapa yang merasa kecewa itu wajar, sebab tidak semua bisa tertampung. Kemungkinan besar mereka yang tidak tertampung dikarenakan, terlalu pede, sehingga tidak mencantumkan pilihan tiga dan empat.(hr-42) |