logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Juli 2007 SALA
Line

50 Guru Sampaikan Aspirasi ke Presiden

SOLO- Lima puluh guru yang berasal dari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Surakarta bertolak ke Istana Negara di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka, kemarin. Para guru tersebut akan bergabung bersama perwakilan guru dari PGRI Jawa Tengah.

Sebelum mereka bertolak, para guru yang berasal dari berbagai sekolah di Surakarta tersebut berkumpul di SMPN 10 untuk berpamitan. Tujuan utama para guru tersebut bertolak ke Jakarta adalah untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait dengan kebijakan pemerintah yang selama ini belum berpihak pada dunia pendidikan, khususnya kepada para guru.

Ketua PGRI Surakarta, Amsori sesaat sebelum melepas kepergian para guru mengatakan, pihaknya mendukung langkah para guru yang akan menyampaikan aspirasi kepada presiden di Istana Negara, DPR, dan Mendiknas.

Menurutnya, banyak permasalahan yang menyangkut guru, utamanya adalah UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang hingga sekarang belum terrealisasi. Padahal, hal tersebut sudah diundangkan sejak 30 Desember 2005.

Direalisasi

Selain itu, masalah anggaran pendidikan yang dipatok 20 persen oleh pemerintah, kenyataannya hingga saat ini juga belum bisa dilaksanakan. Tidak hanya itu, sertifikasi seperti yang tertuang dalam peraturan Mendiknas RI nomor 18 Tahun 2007 agar segara dilaksanakan.

"Para guru sudah bertahun-tahun kami berjuang untuk itu. Untuk itu, sebagai guru pihaknya berharap agar hal tersebut segera direalisasikan, kaitannya dengan tunjangan-tunjangan yang sudah dijanjikan," tegasnya.

Amsori yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Surakarta tersebut berpesan agar dalam penyampaian aspirasi nanti dilakukan secara sopan. Sebab, apa pun yang akan disampaikan tersebut, realisasinya ada di tangan pemerintah.

Apalagi dalam penyampaian aspirasi para guru terdahulu, yakni tahun 1999, nyaris terjadi selisih paham dengan pihak Istana Negara, karena mereka tidak diperbolehkan masuk.

"Yang sopan dan santun saja, tunjukkan bahwa Surakarta adalah cermin guru yang baik dalam menyampaikan aspirasi," ujarnya. (hr-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA