| Kamis, 12 Juli 2007 | PANTURA |
Pedagang Pilih Renovasi Pasar
KAJEN- Pedagang Pasar Kajen akhirnya memilih renovasi daripada relokasi pasar itu. Hal itu diputuskan dalam dengar pendapat antara DPRD Kabupaten Pekalongan dan pedagang yang diwakili Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Kajen, Selasa (10/7) malam. Acara yang juga dihadiri pengurus Koperasi Pasar Kajen itu berlangsung di gedung DPRD lantai 2. Mulyono, salah seorang penasihat APPSI mengatakan, sebagian besar pedagang yang berjumlah 1.200 orang lebih, memilih renovasi. Keputusan itu diambil setelah melalui danya sejumlah pertemuan. Dia menambahkan, usulan renovasi itu sekaligus ''menganulir'' keputusan pemerintahan sebelumnya, yakni merelokasi ke Desa Sinagoh Krendeng, sekitar satu kilometer ke arah selatan dari lokasi Pasar Kajen sekarang. Dengar pendapat dipimpin oleh Ketua DPRD Asip Kholbihi dan diikuti oleh lima anggota Dewan dari daerah pemilihan (dapil) II yang meliputi Kajen, Kandangserang, dan Paninggaran. Mereka yakni Rokhyasin, Kirom Hero P, Fatkhurrohman, Sunarto, dan Hadi Waluyo. Satu anggota, Witoni, absen karena ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan. Asip Kholbihi mengatakan, rencana relokasi sebelumnya sudah disetujui DPRD dan tertuang dalam Surat Keputusan Bupati dan DPRD pada tahun 2005. Lakukan Kajian Namun demikian, dengan adanya pernyataan pedagang yang lebih menghendaki renovasi, pihaknya akan mendesak eksekutif agar melakukan kajian-kajian secara komprehensif terhadap keputusan politik yang sudah diambil. "Meski nantinya ada renovasi, kami juga berharap ada keputusan politik yang diambil dalam rapat paripurna, sehingga berkekuatan hukum. Rapat paripurna akan menentukan apakah DPRD menyetujui atau tidak rencana renovasi itu," ujar dia. Rokhyasin menambahkan, dalam dengar pendapat juga terungkap adanya perbedaan data dari APPSI dan eksekutif mengenai persentase pedagang yang menghendaki relokasi. Data eksekutif menyebutkan 90 persen pedagang yang setuju. Sementara, dalam dengar pendapat, APPSI membantah hal tersebut dan menyatakan hanya sekitar 3 persen pedagang yang setuju relokasi. Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dipenda Soebiyanto mengatakan, Pemkab memang sudah pasti memilih renovasi berdasarkan aspirasi dari pedagang. (H26-65) |