| Kamis, 12 Juli 2007 | PANTURA |
Talut Alun-alun Dibiarkan Telantar
KAJEN- Penanganan talut Alun-alun Kajen sebelah barat dipertanyakan banyak pihak. Pasalnya, sejak ambrol enam bulan lalu, hingga kini dibiarkan telantar begitu saja. Padahal, lokasi ambrol tepat di depan Masjid Agung Al Muhtarom yang tiap hari ramai oleh warga yang hendak beribadah maupun beristirahat. "Orang dari berbagai kota rata-rata akan istirahat dan mampir di masjid, sehingga pemandangan itu memalukan," ujar Hamdi (30), warga Buaran, sambil menunjukkan bongkahan talut yang berceceran dan sudah ditumbuhi semak belukar. Wiraswastawan yang sering ke luar kota itu jarang ke Kajen. Empat bulan lalu dia mengaku singgah di masjid itu dan melihat talut ambrol. "Saya tanya ke salah seorang PNS, katanya ambrol akibat bencana alam pada bulan Januari lalu. Empat bulan kemudian saya ke sini, la kok tetap ditelantarkan dan tidak diperbaiki," tuturnya. Ketua Komisi C DPRD, H Munandhir menegaskan, pihaknya sudah beberapa kali mempertanyakan ke Pemkab, mengapa talut itu tidak segera diperbaiki. "Atas nama fraksi maupun komisi, kami sudah berulang-ulang menanyakan itu. Alun-alun adalah wajah kota, karena itu kerusakan seharusnya segera ditangani," tuturnya. Penanganan seharusnya bisa lebih cepat karena bisa menggunakan dana tak tersangka. "Prosesnya seharusnya bisa lebih cepat karena itu akibat bencana alam. Sampai saat ini kami belum mendapat penjelasan dari eksekutif," tegasnya. Secepatnya Kepala DPU Paiman Adhi saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya tengah mengusahakan agar talut itu segera diperbaiki. "Kami tengah membuat surat izin untuk mendahului perubahan anggaran agar perbaikan talut bisa segera dilakukan," tutur Paiman yang baru sekitar dua pekan dilantik. Setelah ditandatangani bupati, surat itu akan dimintakan persetujuan ke DPRD. "Jika DPRD pekan ini sudah menyetujui, maka Senin depan perbaikan talut sudah bisa dimulai," tegasnya. Kenapa tidak diperbaiki dengan dana bencana alam? "Rencananya memang akan dianggarkan dari dana tak tersangka. Namun karena ada beberapa hal, anggaran perbaikan talut belum dimasukkan. Saya belum lama jadi kepala DPU, jadi belum tahu detilnya dan tengah saya pelajari," jelas dia. (G16-65) |