logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Juli 2007 OLAHRAGA
Line

Tak Ada Sanksi karena Mati Lampu

JAKARTA-Presiden Federasi Sepak Bola Asia (AFC) Mohammed bin Hammam menegaskan pihaknya tidak akan menjatuhkan sanksi apa pun kepada Panitia Lokal Indonesia atas matinya lampu saat pertandingan Grup D Piala Asia antara Korea Selatan melawan Saudi Arabia di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, semalam.

Pada pertandingan yang berakhir imbang 1-1, terjadi gangguan yang memalukan tuan rumah. Pada menit ke-84 sebagian lampu penerangan di stadion mati sehingga wasit Mark Alexander dari Australia memutuskan untuk menghentikan pertandingan.

Setelah terhenti selama lebih dari 20 menit, pertandingan kemudian dilanjutkan. Hammam yang didampingi Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menegaskan bahwa mati lampu saat pertandingan di malam hari merupakan sebuah kejadian yang umum di mana pun.

"Tidak ada sanksi. Saya puas pada penyelenggaraan di Indonesia dengan renovasi stadion yang telah dilakukan," katanya sambil masuk mobil.

Dia juga menegaskan, peristiwa mati lampu tidak akan mengakibatkan partai final Piala Asia pada 29 Juli mendatang di Stadion Gelora Bung Karno dipindahkan ke tempat lain.

Nurdin Halid dalam kesempatan yang sama mengatakan lampu penerangan tersebut mati karena PLN drop, sementara genset yang ada di stadion membutuhkan waktu sekitar 15 menit dalam menyalakan lampu.

Keamanan

Presiden AFC kemarin mendarat di Jakarta. Sebelum menyaksikan pertandingan, dia menerima Nurdin Halid yang disertai Sekjen Nugraha Besoes serta dua anggota Komite Eksekutif PSSI, yakni Iwan Budianto dan Mafirion.

Dalam pertemuan selama sekitar setengah jam di lantai 25 Hotel Ritz Carlton itu, Hammam yang disertai beberapa petinggi AFC lainnya secara khusus meminta agar PSSI lebih memperhatikan masalah keamanan sepanjang pergelaran Piala Asia 2007.

Kepedulian mengenai masalah pengamanan itu terkait dengan tingginya perhatian dari luar negeri menyangkut Indonesia. Pria asal Qatar itu kemudian mencontohkan antusiasme pemberitaan dari media-massa Australia terhadap masalah tersebut, terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Asia di Jakarta. (wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA