logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Juli 2007 OLAHRAGA
Line

Riedl Tidak Merasa Tertekan

HANOI-Pelatih Vietnam Alfred Riedl berusaha mencegah anak-anak asuhannya menjadi terlalu percaya diri setelah menang dalam partai perdana Grup B Piala Asia, Rabu lalu. Dia juga mengakui, timnya tidak merasakan tekanan sekalipun menjadi tuan rumah.

Setelah kemenangan awal 2-0 atas Uni Emirat Arab, Riedl menuturkan, pasukannya akan berusaha mengulang kesuksesan dalam pertarungan melawan Qatar hari ini. "Tak ada tekanan terhadap kami, sebelum maupun saat turnamen berlangsung," kata warga negara Austria tersebut.

"Kami telah memenangi satu pertandingan, dan tentu itu secara tiba-tiba memberi perspektif baru. Sesuatunya sekarang tampak berbeda. Lawan Qatar merupakan pertandingan menentukan dan kami punya peluang," katanya.

Riedl yang untuk ketiga kalinya menjadi pelatih Vietnam, menyatakan timnya memiliki sedikit ketakutan kepada kesebelasan yang mampu menahan Jepang 1-1 itu. "Tentu, jika kalah dalam dua pertandingan mendatang kami akan tersingkir," tambah pria berusia 57 tahun itu.

"Tapi saya tidak berpikir bahwa Qatar lebih kuat daripada UEA," ujarnya.

"Ini sedikit kejutan, kami bisa bermain seperti ini dalam sebuah kompetisi besar," sambungnya.

Pihaknya bakal menerapkan sepak bola menyerang, "Anda tidak bisa memainkan taktik itu seperti Qatar, Anda harus mengambil sejumlah risiko," tambahnya.

Sebetulnya Vietnam mendapatkan masalah dengan panasnya suhu udara saat pertandingan, namun Riedl sebelumnya telah mengantisipasi dengan memberi latihan di daerah yang memiliki temperatur di atas 40 derajat celsius.

"Para pemain memiliki sedikit masalah dengan panasnya suhu udara saat ini. Kami hanya punya 45 menit latihan karena para pemain butuh tidur cukup untuk mendapatkan kebugaran," katanya.

Dihukum

Dari kubu Qatar, hukuman larangan mendekati garis lapangan bagi Dzemaludin Musovic barangkali justru bisa membantu timnya tampil tegar melawan tuan rumah.

Pelatih asal Bosnia tersebut terkena hukuman setelah mengeluarkan makian terhadap wasit asal Australia Matthew Breeze saat kesebelasannya bermain imbang 1-1 melawan Jepang dalam pertandingan pembukaan Grup B.

"Bukan masalah besar jika saya harus berada di bangku cadangan atau lima meter di belakangnya," ujarnya.

"Saya pelatih, bukan seorang yang dilapangan. Mungkin akan justru menjadi baik jika saya tidak berada dekat wasit," lanjutnya.

Musovic memaki setelah wasit itu memberikan kartu merah pada Hussain Yaser saat injury time. Makian itu ditanggapi Matthew dengan memerintahkan pelatih tersebut menjauh dari lapangan.(ant-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA