| Kamis, 12 Juli 2007 | OLAHRAGA |
Kemenangan Iran TernodaKUALA LUMPUR- Iran bangkit dari ketinggalan untuk menundukkan Uzbekistan 2-1 pada pertandingan Grup C Piala Asia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin. Namun, kemenangan tersebut ternoda karena Pelatih Amir Ghalenoei diusir wasit. Pemain belakang Rahman Rezaei melakukan blunder yang membuat juara tiga kali itu berada dalam kesulitan. Dia melakukan sundulan yang menjebol gawangnya sendiri, pada babak pertama. Dalam babak kedua, Seyed Jalal Hosseini bisa menyamakan kedudukan. Pemain pengganti Javad Kazemian memastikan kemenangan dengan gol 13 menit menjelang waktu normal berakhir. Pelatih Ghalenoei yang temperamental diusir wasit karena melemparkan botol air, ketika pertarungan hampir selesai. "Saya marah pada salah satu pemain yang kehilangan bola dengan mudahnya," kata Ghalenoei, yang menghadiri jumpa pers dengan baju yang basah karena keringat. "Saya mengeluh, namun wasit berpikir saya memprotes dia sehingga dikeluarkan," katanya. Iran sementara ini membuntuti China dalam klasemen sementara. Dua tim teratas bakal lolos ke perempat final. China bakal menjadi lawan selanjutnya Iran. Kedua kesebelasan bertanding Minggu mendatang. "Kami bersyukur memulai dengan sebuah kemenangan, meski awalnya gugup. Kami tidak tahu banyak tentang Uzbekistan, jadi harus menilai mereka pada babak pertama," lanjut Ghalenoei. Melewati Kiper Dalam pertandingan yang disaksikan sedikit orang itu, Uzbekistan lebih dulu mengancam saat Timur Kapadze menyambut umpan silang dari kiri. Dia langsung menyundul, namun bola bisa diantisipasi kiper Hassan Roudbarian. Striker Vahid Hashemian, yang berlari menyambut umpan Ali Karimi, menguji penjaga gawang Uzbekistan Pavel Bugalo dengan tembakan kaki kirinya. Namun, Rezaei menjadikan timnya dalam masalah serius saat dia menyundul bola dengan harapan bisa ditangkap penjaga gawang. Tetapi, bola malah melewati kiper dan masuk ke gawang. Ketika Iran berjuang keras menciptakan peluang-peluang berarti, malah Uzbekistan nyaris menggandakan keunggulannya. Kapadze berhasil menyambut tendangan bebas yang dilepaskan kapten Server Djeparov, tetapi bola masih menyamping dari sasaran. Tim berkostum putih-putih berpeluang menyamakan kedudukan menjelang babak pertama berakhir, namun sundulan pemain depan Al Emarat, Rassoul Khatibi yang meneruskan umpan silang Hashemian melebar ke sisi gawang. Pada babak kedua Iran tampil penuh motivasi untuk mengejar ketinggalan. Upayanya membuahkan hasil saat babak kedua berjalan 10 menit. Gol dibuat pemain belakang Hosseini dengan menyundul bola sepak pojok kapten Mehdi Mahdavikia. Reza Enayati hampir membuat timnya unggul. Tetapi, tembakan yang dilepaskannya dari jarak dekat masih melebar. Pemain pengganti Kazemian yang berhasil mencetak gol kemenangan. Dia berlari menyambut bola dari Andranik Teymourian. Dia menyelesaika dengan kaki kanannya yang menjebol gawang pada menit ke-77. "Semua orang mengatakan kami takut Iran karena mereka kesebelasan yang kuat. Namun, kami juga menciptakan peluang yang bagus untuk mencetak gol," kata Pelatih Uzbekistan Rauf Inileyev. "Mereka tim yang sangat berpengalaman di Piala Asia. Namun, kami juga mampu mengimbangi. Sayangnya para pemain kami tidak bisa bermain bagus pada babak kedua seperti yang mereka lakukan pada babak pertama. Sayang sekali." Iran tengah berupaya mengakhiri paceklik gelar Piala Asia selama 31 tahun setelah menjuarai turnamen ini pada 1968-1976. Uzbekistan adalah perempatfinalis pada 2004. Prestasi terbaik mereka terjadi di ajang Asian Games dalam debutnya pada 1994. Saat itu medali emas didapat.(ant,rtr-22) |