| Kamis, 12 Juli 2007 | NASIONAL |
SOSOKSalut pada Bule
PENYANYI keroncong asal Solo, Waldjinah, kagum kepada bule yang sangat bersemangat untuk mempelajari seni gamelan. "Saya salut pada orang-orang bule yang mau belajar gamelan. Padahal generasi muda Indonesia sendiri sudah tidak terlalu peduli pada gamelan," katanya seusai tampil di Yogyakarta Gamelan Festival, Selasa malam. Pada acara tersebut Waldjinah mempersembahkan lagu-lagu Jawa dan campursari diiringi oleh kelompok gamelan Padhang Moncar asal Selandia Baru. Ia mengatakan sebagai seniman merasa prihatin atas kurangnya minat generasi muda dalam mempelajari budaya bangsa sendiri. Menurut dia, perlu dilakukan terobosan yang bisa membuat mereka tertarik pada seni budaya Indonesia, misalnya dengan mengadakan festival budaya daerah bagi generasi muda. Selain itu bisa juga dengan membuat kolaborasi antara alat musik tradisonal dan alat musik modern, sehingga anak muda tidak merasa ketinggalan zaman ketika memainkan alat musik tradisional. "Kreativitas orang-orang bule itu perlu dicontoh, memainkan gamelan yang dipadukan dengan bass, saxofone, dan alat musik modern lainnya," kata penyanyi kelahiran Solo, 7 November 1943 itu. Penyanyi yang tinggal di daerah Mangkuyudan itu, saat ini sedang menyiapkan sebuah konser keroncong yang akan disiarkan oleh salah satu stasiun televisi nasional. "Sehari-harinya saya memiliki kesibukan menyanyi di Solo, dan setiap seminggu sekali mengisi acara musik keroncong di salah satu stasiun televisi lokal Solo," kata si Walang Kekek itu.(ant-60) | ||||