| Kamis, 12 Juli 2007 | MURIA |
WORO WOROPurworejo Raih Regu TergiatREMBANG - Regu putra dan putri Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo meraih gelar regu tergiat dalam Jambore Daerah (Jamda) XII Jawa Tengah di Bumi Perkemahan (Buper) Karang Sari Park, Desa Karang Sari, Kecamatan Sulang. Keberhasilan itu semakin lengkap setelah panitia Jamda juga menobatkan mereka sebagai penampil terbaik dalam acara pentas seni. Regu tergiat II Kabupaten Brebes (putra) dan Banyumas (putri). Regu tergiat III Rembang (putra) dan Kota Surakarta (putri). Sebelum pengumuman, Jamda yang berlangsung sejak 6 Juli itu secara resmi ditutup Wakil Gubernur Ali Mufiz. Dalam sambutannya, dia mengharapkan mengharapkan agar para peserta bisa menularkan pengetahuan yang didapatnya selama mengikuti kegiatan kepada kawan-kawannya di tiap gugus depan (gudep). (H19-36) Pemerkosa Divonis Dua Tahun BLORA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Blora Sri Wahyuni memvonis dua tahun lima bulan penjara dipotong masa penahanan untuk dua terdakwa kasus pemerkosaan, Marjoko (24) alias Joker dan Slamet Riyadi (23) alias Jepang. Kedua warga Kelurahan Tegalgunung, Kecamatan Blora itu terbukti memerkosa Yani (19). Sidang digelar tertutup di PN Blora, Selasa (10/7). Peristiwanya terjadi 3 Maret lalu sekitar pukul 22.30 di kompleks makam cina di Desa Temurejo, Kecamatan Blora. Bermula saat korban malam itu jalan-jalan di Taman Rekreasi Tirtonadi dengan sepeda. Saat akan pulang, korban yang sehari-hari pembantu rumah tangga bertemu dua terdakwa yang mengajak kenalan. Setelah kenalan, korban diajak keliling kota. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa, delapan tahun penjara.(H18-19) Libatkan Pihak Ketiga PATI - Upaya membangun kios untuk berjualan para pedagang di lingkungan kompleks pasar dengan menyertakan dan melibatkan pihak ketiga, kini dijadikan model di Pati. Saat ini yang lebih berperan aktif, adalah para pedagang di lingkungan pasar yang bersangkutan. Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Pati Drs H Heru Irianto didampingi Kasi Bina Program dan Pengembangan Edy Setyanto ST mengemukakan hal tersebut, kemarin. Karena itu, dukungan APBD yang diperlukan dari Pemkab, adalah ketersediaan alokasi anggaran yang memadai untuk menyusun detail engineering design (DED). Sebab, ujarnya, pihaknya saat ini telah mempunyai desain untuk kios di lingkungan pasar yang tetap relevan jika fasilitasi tersebut baru bisa dibangun pada lima atau sepuluh tahun mendatang. (ad-36) Canangkan Lunas Pajak Sehari JEPARA - Pencanangan program lunas pajak sehari Desa Plajan, Kecamatan Mlonggo, Jepara, disambut baik masyarakat dan mendapat dukungan dari lembaga desa termasuk RT. Untuk pembuktian program itu, tiap RT membuat bukti kesanggupan yang berisi menyambut baik program lunas pajak sehari. Nilainya Rp 100.873.921 dari 6.517 bidang yang dikenai pajak. Sekretaris Desa Hadi Patmo, kemarin, mengemukakan, dibandingkan dengan tahun lalu pelunasan itu merupakan prestasi membanggakan bersama masyarakat. Dia menyebutkan, untuk kegiatan operasional ada upah pungut 5% dari jumlah total pajak tiap RT dan menjadi hak milik RT. "RT yang sudah lunas, desa akan memberikan kontribusi uang Rp 1 juta yang diambil dari alokasi dana desa (ADD) untuk pembangunan poskamling," ujarnya. (J4-19) Klinik Bisnis Tingkatkan Mutu UKM KUDUS-Untuk mewujudkan usaha kecil menengah yang berdaya saing, Disperindagkop Kudus menyelenggarakan Klinik Bisnis. Menurut Kepala Disperindagkop Djoko Indratmo melalui Kabid Perdagangan Heriyanto, kegiatan itu tindak lanjut dari SK Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan R.I tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Daerah dan Fasilitator Klinik Bisnis di Kudus. "Selasa lalu kami sudah mengadakan temu mitra yang dihadiri 43 peserta. Mulai awal Juli kita akan laksanakan kegiatan itu." Dengan adanya klinik ini, Disperindagkop akan melakukan pembinaan berkaitan dengan adanya pesaing, nilai tawar pelanggan dan adanya kemungkinan pedagang baru. Selain itu, bisa meningkatkan akses dan perluasan pasar, memperkuat struktur dan kelembagaan UKM, memfasilitasi UKM dengan teknologi dan manjemen usaha. Di samping itu, UKM diharapkan juga mampu mengembangkan jaringan informasi pasar lokal, regional maupun internasional. (son-36) |