logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Juli 2007 MURIA
Line

Jumlah Bidan di Blora Belum Ideal

  • Dapat Tambahan 43 Orang

BLORA - Jumlah bidan yang bertugas di Blora kini 189 orang. Namun, itu belum seimbang dengan 800.000 jiwa lebih penduduk. Dinas Kesehatan (Dinkes) menghendaki jumlah bidan minimal sama dengan jumlah desa dan kelurahan, yaitu 296 orang. "Idealnya di satu desa ada satu bidan. Terutama terkait dengan program pembentukan desa siaga," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes dokter Henny Indriyanti MKes, kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Henny menyikapi penambahan 43 bidan baru yang akan bertugas di Blora. Mereka yang berstatus sebagai pegawai tidak tetap (PTT) Departemen Kesehatan (Depkes) Pusat itu selanjutnya ditempatkan di desa-desa, terutama yang belum terdapat tenaga bidan. Mengenai desa mana saja yang menjadi lokasi tugas, masih menunggu surat keputusan (SK) dari Bupati.

Blora sebenarnya mengajukan formasi tambahan 100 bidan namun hanya terealisasi 43 orang. "Jumlah bidan di Blora memang masih belum ideal. Meski demikian, kami berupaya memanfaatkan tenaga yang ada untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat desa," ujar Henny.

Desa Siaga

Menurutnya, melalui desa siaga, pertolongan pertama bagi warga yang terserang penyakit bisa segera dilakukan dengan ketersediaan petugas kesehatan di poliklinik kesehatan desa (PKD). Selain itu, warga semakin terotivasi menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Henny berharap, secara bertahap Blora mendapatkan tambahan tenaga bidan. "Kami berkeinginan, hingga 2009 jumlah bidan yang bertugas di Blora sesuai dengan jumlah desa, yaitu 296 desa," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari ke-189 bidan itu, 115 orang di antaranya pegawai negeri sipil (PNS) dan 74 orang bidan PTT. Tambahan 43 bidan baru sudah termasuk di dalamnya. (H18-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA