logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Juli 2007 BANYUMAS
Line

Remaja Perlu Dikenalkan Femidom

PURWOKERTO-Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) akan dibentuk di tiap kecamatan di Kabupaten Banyumas. Tujuannya mewadahi remaja yang ingin mendapatkan informasi tentang permasalahan mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid KB, Agus Miftah dalam acara orientasi bagi pengelola KB tingkat kecamatan yang digelar, kemarin di ruang pertemuan Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (BKCKB).

Dia mengatakan, PIK-KRR merupakan wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja dalam memperoleh informasi, pelayanan konseling dan ketrampilan hidup yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

Sumber daya manusia PIK-KKR terdiri atas pembina, pengelola, pendidik sebaya (PS) dan konselor sebaya (KS).

"Mereka diusahakan berusia remaja karena biasanya, remaja lebih terbuka dengan teman yang sebaya," kata Agus.

Saat ini baru terdapat dua kelompok di Sokaraja, Cilongok dan tiga lagi di Purwokerto Timur, berada di SMP 6, SMP 8 dan SMP Al-Irsyad.

Sedangkan Fasilitator Tingkat Kabupaten, Ari Sudihartono menjelaskan, Idealnya, tiap kecamatan memiliki minimal satu kelompok. "Mereka akan dibentuk dan dilatih bulan ini," ucapnya.

Materi yang disampaikan adalah triad KKR. Yakni narkoba, seksualitas dan HIV-AIDS. Selain itu, pemahaman tentang hak-hak reproduksi, kecakapan hidup, ketrampilan dan pendalaman advokasi.

Dia menjelaskan, langkah-langkah pembentukan PIK-KRR melalui tahap-tahap sarasehan dengan kelompok remaja, konsultasi dan koordinasi untuk memperoleh dukungan pimpinan setempat, menyusun program kegiatan untuk PIK-KRR, dan peresmian PIK-KRR.

Jejaring kerja bisa berada di sekolah, organisasi keagamaan, LSM, pramuka, organisasi pemuda,remaja masjid atau kelompok aktivitas/hobi.

Misalnya, bila di sekolah, pembina adalah guru konseling, pengelolanya pengurus OSIS, PS dan KS adalah murid-murid.

Sosialisasi Femidom

Dalam acara tersebut juga disosialisasikan tentang femidom. Yakni kondom bagi wanita sebagai alternatif alat kontrasepsi. Sosialisasi dilakukan oleh fasilitator kabupaten, Trijayani. Ia menjelaskan, penggunaan femidom yang benar. "Mereka yang telah mencoba mengatakan seperti memakai panty liner, pembalut tipis," katanya. Karena belum banyak yang tahu dan merupakan hal baru, beberapa wanita yang ditemuinya mengaku ragu menggunakan karena dinilai tidak praktis. (J2-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA