| Kamis, 12 Juli 2007 | BANYUMAS |
''Ini Bukan Produk Iklan''MENSEJAJARKAN poster calon kades, bupati, gubernur dan presiden dengan poster iklan produk makanan atau sampo, jelas tidak tepat. Karena para calon itu memasang gambar dirinya bukan dalam rangka bisnis untuk mencari keuntungan. Iklan produk elektronik, makanan atau apapun produk itu yang dipasang dipinggir jalan adalah untuk menarik perhatian khalayak memberi produk itu. ''Di sini unsur bisnis mencari keuntungan semata sangat kental sekali,''kata Wiyono SH MH. Poster yang di pasang di pinggir jalan, perempatan kampung tujuannya bukan untuk bisnis, tapi memperkenalkan pada khalayak bahwa calon A sedang maju dalam pilkades. Begitu juga, poster baliho cabup dipasang untuk memberi tahu rakyat bahwa si A akan maju dalam pemilihan bupati. Begitu seterusnya gubernur dan presiden. Tujuannya agar rakyat tahu, sehingga dalam pemilihan nanti memilih calon tersebut. Kepentingan Umum Dalam bisnis iklan poster itu tujuannya yang dicari keuntungan. Sedangkan dalam poster cabup tujuannya untuk kepentingan umum. Kalau bupati itu dipilih rakyat maka yang akan menikmati hasil kerja itu adalah rakyatnya. Pajak reklame diterapkan pada baliho calon kades, bupati, gubernur dan presiden tetap dirasa kurang pas.''Saya tetap mengusulkan agar pemasangan baliho itu bebas pajak,''jelasnya. (Khoerudin Islam, Agus Wahyudi-55) |