SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Rabu, 11 Juli 2007

Posisi Asia dalam peta persepakbolaan internasional harus diakui mengalami perkembangan menggembirakan. Tengok saja jumlah pemain yang memeriahkan liga-liga Eropa. Jejak cemerlang Hidetoshi Nakata di Liga Italia, kini juga tercatat di banyak kawasan lain di Eropa. Dalam kebesarannya, Manchester United tidak mungkin menisbikan sosok Park Ji-sung. Sementara Lee Young-pyo bisa memikat Tottenham Hotspur berkat kecemerlangannya ketika memperkuat salah satu klub terkemuka Belanda, PSV Eindhoven. Bahkan Liga Skotlandia menganugerahkan gelar pemain terbaik untuk Shunsuke Nakamura.

Sekitar 2.000 ribu guru yang tergabung dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se Jawa Tengah di berbagai jenjang hari ini menggelar demo di Jakarta. Acara serupa telah berlangsung beberapa hari lalu yang dilakukan oleh guru-guru se Jawa Timur. Mereka akan menuntut banyak hal terutama menyangkut realisasi amanat UUD 1945 tentang pengalokasian anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBD dan APBN. Di samping itu juga menuntut segera lahirnya PP guru pasca ditetapkannya UU No 14/2005 tentang guru dan dosen, dan masalah lainnya. Mereka akan menggelar demo di Istana Presiden, DPR, Menteri Keuangan dan Mendiknas.

KETIKA melihat tayangan sebuah stasiun televisi swasta menyiarkan secara langsung acara "Silaturahmi Nasional Golkar - PDI-P", pertanyaan yang muncul adalah pertunjukan politik apa lagi yang sedang ditampilkan oleh para elite untuk rakyat Indonesia?

BELAKANGAN ini, melambungnya harga susu bubuk dan susu kental manis di dalam negeri cukup memberatkan masyarakat. Meski susu bukan kebutuhan prioritas seperti beras dan minyak goreng,...

Kebijakan impor beras sebesar 500.000 ton sampai tahun 2009 diyakini menyakiti petani. Di sisi lain, kenaikan harga beras mencapai 45% dari Agustus 2005 dibandingkan Agusus 2006. Bahkan harga beras mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah menjadi Rp 6.500/Kg medio Februari 2007, tidak mampu menolong petani.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA