| Rabu, 11 Juli 2007 | SALA |
LINTAS DAERAHOknum Polisi DigerudukSRAGEN- Puluhan warga Dukuh Karangdowo, Kelurahan Kroyo, Karangmalang, pukul 00.30 dini hari, kemarin, menggeruduk Polres Sragen. Mereka menuntut agar Brigadir Waloyo, anggota Polsek Karangmalang yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Lely Tri Anjani (13) siswa kelas 2 SMPN 1 Karangmalang, diusut tuntas. Kerumunan massa baru bubar pukul 01.00 kemarin, setelah mendapat pemberitahuan kalau Brigadir Waloyo (50) sudah ditangani Intelkam dan Provost Polres Sragen. ''Perwakilan pengunjuk rasa sudah melihat kalau Waloyo diamankan di tahanan provost,'' tutur Deni, seorang warga yang ikut unjuk rasa. Kapolsek Karangmalang, AKP Harjito menolak memberikan keterangan seputar tuduhan anak buahnya terlibat tindakan pencabulan terhadap siswi di bawah umur. Namun Harjito mengakui, dia ikut mengantar anak buahnya itu untuk diserahkan ke Provost Polres. ''Saya tidak bisa berkomentar, karena persoalan itu sudah ditangani Kapolres selaku atasan yang berhak menghukum,'' tutur Harjito.(nin-42) Tiga SD Akan Digabung LAWEYAN- Tiga sekolah dasar (SD) di Kecamatan Laweyan, yakni SD Tempursari, SD Dukuhan Kerten, dan SD Joho, rencananya digabung atau diregrouping menjadi satu. Pasalnya, akhir-akhir ini jumlah siswa di sekolah tersebut semakin menyusut. Menurut Muswanto, salah seorang guru SD Tempursari, pihaknya sudah mendengar wacana sekolahnya tersebut akan digabung menjadi satu. Namun hingga kemarin, pihaknya belum menerima petunjuk atau intruksi resmi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kota Surakarta. "Beberapa waktu lalu memang saya sudah mendengar dari Cabang Dinas Pendidikan Laweyan, bahwa SD ini akan digabung dengan SD Dukuhan Kerten dan SD Joho," ujarnya. (hr-42) Proses Relokasi Mandek KARANGANYAR- Kembalinya warga Dukuh Tasin, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, menempati rumahnya, berbuntut. Mereka malah menolak rencana relokasi yang sebelumnya sempat disetujui. Akibatnya, rencana melakukan negosiasi lahan mandek. ''Kepala desa sementara menghentikan upaya negosiasi untuk menyediakan lahan relokasi. Padahal, sebelumnya sudah sampai tahap akhir, tinggal membuat laporan ke Bupati untuk dicarikan dana pembayaran lahan,'' kata Camat Jatiyoso, Eko Edihartoyo kepada Suara Merdeka, kemarin. Bersama Kepala Desa Beruk Sukino, dia memang ditugasi mencari lahan relokasi. Luasnya dua hektare untuk menampung 54 KK yang akan dipindahkan dari rumahnya yang ada di bawah bukit. Lahan yag disiapkan sudah diperoleh, namun harus membeli tanah milik warga lain dusun.(an-42) |