| Rabu, 11 Juli 2007 | SALA |
13.238 Anak SD Dapat Makanan TambahanKARANGANYAR- Untuk meningkatkan gizi anak-anak SD, Kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Karanganyar akan memberikan tambahan makanan kepada 13.238 anak SD/MI. Mereka berasal dari 103 SD/MI di 35 desa di 17 kecamatan. ''Makanan tambahan itu berupa makanan jajanan/kudapan yang nilai gizi dan kesehatannya dijaga. Nilainya Rp 1.400 per siswa per hari,'' kata Kasi Ketahanan Masyarakat, Liliyani Sulistyandari, kemarin. Di sela-sela acara sosialisasi pemberian makanan tambahan anak sekolah di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, dia mengatakan, makanan tambahan itu diberikan seminggu tiga kali selama sebulan penuh. ''Anak-anak yang diberi makanan berasal dari sekolah-sekolah di wilayah yang termasuk prasejahtera, yang selama ini swadayanya rendah. Masyarakat di desa itu memang masih banyak yang miskin, sehingga makanan tambahan itu diharapkan akan memberikan tambahan gizi,'' kata dia. Seiring dengan pemberian jajanan itu, Kantor Pemberdayaan Masyarakat akan mengimbau warga yang mampu, termasuk pengelola sekolah, agar bisa mengupayakan makanan tambahan secara mandiri. ''Jadi, pancingannya diberikan selama sebulan penuh kepada 103 SD itu, selanjutnya diharapkan akan bisa mandiri mengusahakan makanan tambahan tersebut. Tentu yang dipentingkan adalah makanan bergizi dan sehat,'' lanjut Lily. Bupati, Rina Iriani mengatakan, kondisi secara umum di Karanganyar memang masih memiliki 68.000 kepala keluarga prasejahtera. Mereka membutuhkan uluran tangan. ''Pemkab terus mengupayakan agar mereka memperoleh bantuan, untuk mengangkat dari prasejahtera menjadi keluarga sejahtera. Paling tidak, jangan sampai terus menerus prasejahtera I, atau miskin mutlak,'' kata dia. Rina mengimbau warga yang berkecukupan mengulurkan bantuan. Termasuk menghentikan kebiasaan munjung, ater-ater (mengirim makanan) kepada orang kaya, jika punya hajat, agar diganti dengan kebiasaan membagi makanan ke tetangga yang kurang mampu. ''Biasakan munjung lurah, camat, atau bahkan Bupati sekalipun, diganti dengan munjung ke tetangga yang miskin. Itu jauh lebih bermanfaat.'' Bupati mengingatkan agar jangan sampai ada warga yang terkena busung lapar, sakit tidak terobati, atau putus sekolah karena ekonomi. ''Laporkan ke Bupati, bisa melalui camat atau lurah, nanti digratiskan.''(an-42) |