logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Juli 2007 OLAHRAGA
Line

Samba Harus Bekerja Keras

MARACAIBO- Juara bertahan Brasil harus bekerja lebih keras jika ingin mengakhiri keterpurukan lima kali bertanding tanpa kemenangan atas Uruguay, dalam pertemuan di semifinal Copa America, Rabu (11/7) pagi ini WIB.

Brasil selalu mewaspadai ancaman tim Sky Blues itu, mengingat sejarah persaingan mereka di Piala Dunia 1950. Ketika itu, tim Samba hanya membutuhkan hasil seri untuk memenangi turnamen Piala Dunia di kandang sendiri. Namun mereka akhirnya kalah 1-2 di depan pendukungnya sendiri di Maracana.

Sejak Brasil mengalahkan Uruguay 3-0 di final Copa America 1999, ada tiga kali pertandingan setelah itu yang berakhir seri, termasuk skor 1-1 saat semifinal Copa America 2004 di mana Brasil kemudian menang adu penalti. Dua lainnya seri 3-3 dan 1-0 kemenangan untuk Uruguay.

"Tidak diragukan lagi, ini adalah pertandingan tersulit dan klasik. Brasil selalu difavoritkan, tapi pertandingan ini bisa menjadi komplikasi," kata pemain tengah Anderson.

Pandangan Lain

Kemenangan 6-1 atas Cile di perempat final, Sabtu lalu, tidak boleh menjadikan tim juara itu lengah sedikit pun. Ini karena para pemain Uruguay selalu memiliki semangat lebih setiap kali bertemu rival terkuatnya tersebut.

"Pertandingan melawan Uruguay akan menjadi lain. Uruguay bukan Cile, Uruguay tim bagus yang mampu melaju dengan semangat kuat," kata Elano.

Telah lama pendukung Brasil, yang merasa frustrasi dengan kurangnya efisiensi permainan tim, ingin mendengar berita baik dari para pemain nasional mereka. Namun di hadapan Uruguay, frustrasi itu bisa saja semakin tak terperikan jika Robinho dkk tidak berhati-hati.

Dunga mengizinkan Kaka dan Ronaldinho absen dalam kompetisi ini dengan alasan terlalu lelah bermain. Keputusannya tidak salah. Berbekal pemain-pemain muda, mereka memastikan satu tempat di babak empat besar berkat kekuatan fisik dan kemampuan untuk menyelesaikan peluang.

Satu hal yang amat penting adalah, Dunga tidak mencintai permainan indah. Baginya, sepak bola yang paling utama adalah kemenangan. Karena itulah dia memilih menerapkan strategi ala tim-tim Eropa, tampil seefisien mungkin.

Tetapi Uruguay adalah kerikil lain yang tak peduli akan kebijakan strategi Dunga. Taktik efisien atau permainan indah bukan masalah bagi Alvaro Recoba dkk. Sebab, yang mereka usung adalah "biar saja kalah dari tim mana pun, asal bukan dari Brasil".

Prakiraan Pemain

Brasil: 12-Doni; 2-Maicon, 3-Alex, 4-Juan, 6-Gilberto; 5-Mineiro, 8-Gilberto Silva, 17-Josue, 19-Julio Baptista; 9-Vagner Love, 11-Robinho

Uruguay: 1-Fabian Carini; 15-Diego Perez, 2-Diego Lugano, 19-Andres Scotti, 6-Dario Rodriguez; 16-Maximiliano Pereira, 5-Pablo Garcia, 7-Cristian Rodriguez, 4-Jorge Fucile; 10-Alvaro Recoba, 21-Diego Forlan. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA