JAKARTA- Dukungan gegap gempita 70 ribu suporter, ikut membawa Ponaryo Astaman cs meraih poin penuh dalam partai pertamanya di Grup D. Mereka mengalahkan Bahrain 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, semalam.
Para penonton yang sejak pagi sudah berkumpul di Stadion Utama Gelora Bung Karno, akhirnya pulang dengan kegembiraan. Tidak sia-sia mereka datang ke Senayan.
Antrean panjang memang terjadi di loket sejak pagi. Bahkan karena keterlambatan pengiriman dari AFC, banyak pemesan yang belum menerima tiket sampai sekitar satu jam menjelang pertandingan. Keributan pun tak terelakkan di salah satu tempat penjualan, Gedung Squash Senayan. Kaca-kaca di gedung itu pecah.
Tetapi, kekacauan itu tidak berkepanjangan. Aparat keamanan berhasil mengatasinya.
Sekalipun pertandingan itu disiarkan langsung dua stasiun televisi, Global dan RCTI, animo masyarakat untuk menonton langsung tidak berkurang.
Meskipun stadion berkapasitas sekitar 100 ribu orang, AFC hanya mencetak sekitar 70 ribu tiket saja.
Gugup
Pengaruh puluhan ribu penonton amat terasa. Teriakan-teriakan, lambaian bendera Merah Putih, dan kibaran syal bertuliskan Indonesia, mampu membangkitkan semangat tim. Pelatih Ivan Kolev mngakui peran penonton itu. Dia mengucapkan terima kasih, karena kemenangan pasukannya disumbang juga oleh gegap gempita para suporter.
"Pada babak pertama para pemain sempat gugup, namun dukungan para penonton membuat para pemain tampil bersemangat sehingga mampu meraih kemenangan," kata pria asal Bulgaria itu.
"Terima kasih para penonton, juga kepada semua pihak yang membantu Indonesia dalam mempersiapkan diri untuk Piala Asia ini," tambahnya.
Kemenangan tersebut membuka peluang timnya lolos ke babak delapan besar. Namun, dia tidak mau membicarakan hal itu terlebih dahulu.
"Kita nikmati kemenangan ini dulu. Besok baru kita memikirkan pertandingan selanjutnya," ujarnya.
Tentang para pemainnya, dia menyebut semua tampil bagus.
Dia memuji Firman Utina. Dua gol yang terjadi merupakan buah kecemerlangan pemilik nomor punggung 15 tersebut. Akhirnya gelandang itu terplih sebagai man of the match.
"Firman bermain bagus namun saya pikir semua pemain juga tampil sebaik dia," lanjutnya.
"Permainan bola bawah cepat untuk mengatasi keunggulan fisik Bahrain berhasil dijalankan dengan baik," tambahnya.(wgm,ant-22)