logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Juli 2007 NASIONAL
Line

SOSOK

Ayam Petarung

MASIH ada sebagian kecil masyarakat yang mencoba mengoyak nilai-nilai Pancasila, membuat Franky Sahilatua gerah. Penyanyi balada yang ngetop di era tahun 1970-an itu, merasa terpanggil meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara.

"Kita harus kembali ke Pancasila. Jangan sampai kapal bernama Indonesia ini tenggelam," kata Franky saat ditemui di Semarang, kemarin.

Sadar sebagai seorang seniman, penyanyi kelahiran Surabaya 16 Agustus 1953 itu ingin memberikan kontribusi atas kepeduliannya terhadap kondisi bangsa.

Caranya? Dengan membuat tembang-tembang yang mewartakan silang singkarut panggung politik dan perekonomian Indonesia. Sederet tembang telah dia rampungkan, di antaranya "Pancasila Rumahku", "Republiken", "Paman Sam dan Paman Ham", serta "Hitam Putih Negeri".

"Lagu-lagu kebangsaan itu akan saya jadikan album baru. Intinya tentang pencarian jati diri bangsa dan peduli kondisi negeri," ungkap penyanyi yang telah mencipta 350 lebih tembang dalam karir bermusiknya.

Ya, melalui tembang yang dia dendangkan, Franky berikhtiar mengubah tontonan menjadi tuntunan.

Terlebih, belakangan dia memproklamirkan diri sebagai pencipta dan penyanyi tembang kebangsaan. Lebih banyak tembang bernada satir, kritik sosial berlirik keberpihakan pada rakyat jelata, atau tembang nasionalisme, yang dia buat.

"Saya ingin mencatat zaman melalui musik. Sebab saya bukan seniman ayam hias.

(Fahmi Z Mardizansyah-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA