logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Juli 2007 SEMARANG
Line

Lima Pekerjaan Rumah untuk John

  • Oleh: Dwi Pamuji Sulistyanto

SESUAI rencana, Gubernur H Mardiyanto atas nama Mendagri, Rabu (11/7) ini melantik John Manuel Manoppo SH sebagai Wali Kota Salatiga periode 2007-2011. Wakil Wali Kota (Wawali) itu, menggantikan almarhum Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) H Totok Mintarto yang meninggal dunia, 9 Februari karena sakit.

Dengan dilantiknya John sebagai wali kota, kini bola pemerintahan ada di kakinya. Ibarat sepak bola, apakah bola ditendang sehebat Zinedine ''Zizou'' Zidane atau seberentung ''tangan Tuhan'' Diego Maradona.

Bila ditendang ala Zizou, tentu ke mana bola pembangunan dijalankan, akan meluncur ke arah yang tepat.

Itu artinya akan menyejahterakan sekitar 150 ribu warga Salatiga. Bila ditendang pakai tangan Tuhan, ya untung - untungan. Syukur rakyat bisa sejahtera, kalau tidak ya jalan apa adanya.

Untuk memainkan bola, sedikitnya lima pekerjaan rumah (PR) buah John. Pertama, tata ulang penempatan sumberdaya manusia (SDM) di birokrat. Mengapa? Sebab, beberapa di antara mereka ada yang tak smart, tak punya skill, tak berwibawa sama sekali namun bisa ujuk-ujuk menjadi pimpinan.

Kedua, tegakkan supremasi hukum. Sebagai alumnus Fakultas Hukum (FH) UKSW, wajib ikut memberantas korupsi. Terutama korupsi pengadaan buku wajib PT Balai Pustaka Jakarta Rp 18,7 miliar.

Kemudian, kasus korupsi dobel anggaran APBD tahun 2004 dan dugaan korupsi pembangunan sebuah ruangan laboratorum di SMAN 1 Salatiga.

Dari tiga korupsi tersebut, warga akan memberikan aplaus bila wali kota mendukung aparat penyidik untuk mempercepat penyelesaian kasus tersebut hingga ke pengadilan negeri (PN).

Korupsi Buku

Kasus pengadaan buku BP seharusnya menyeret banyak anggota DPRD periode 1999-2004.

Tak hanya menyeret bekas kepala Dinas Pendidikan Salatiga Drs Bakri MEd dan anak buahnya Drs Kadarisman. Keduanya pasti akan ''bernyanyi'' sekeras-kerasnya bila penyidik terlalu memaksakan bahwa tersangkanya hanya mereka saja.

Tak mungkin keduanya akan bersedia menjalani hukuman badan dan denda sendiri. Keduanya pasti akan protes, ''Mengapa mereka yang menerima lebih banyak, tak diproses hukum?''

Ketiga, jangan terlalu berharap selama memimpin Salatiga, harus didampingi wakil.

Alasannya, produk hukum yang memayungi pengangkatan sebagai wawali, hingga sekarang belum ada. Buktikan bahwa Anda bisa!

Ingat, hingga sekarang Bupati Temanggung dan Kendal tak cengeng untuk didampingi seorang wakil. Hal sama dilakukan Bupati Bambang Guritno saat ditinggalkan HM Tamzil periode sebelumnya.

Keempat, jangan lupa meneruskan ''wasiat'' Totok Mintarto agar menggratiskan biaya pendidikan. Hal itu menjadi PR yang urgen karena saat ini ribuan orang tua mengeluhkan adanya pungutan uang gedung atau SPI mulai SD hingga SMA.

Kelima, hindari jauh-jauh mengharapkan uang dari fee proyek. Alasannya, sejumlah kontraktor Salatiga ini mengeluhkan sikap orang-orang yang berada di lingkaran tertentu yang ingin menguasai proyek tahun 2007 dengan alasan, ''Untuk Bapak''.

Ingat Pak John, dipenjaranya beberapa bupati, gubernur, hingga menteri ya gara-gara menerima fee dari rekanan. Bukankah pepatah China mengatakan, ''Musuh utama kita adalah teman baik kita sendiri?''.

Selamat atas pelantikan Anda, Pak John. (16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA