| Rabu, 11 Juli 2007 | KEDU & DIY |
MALIOBOROKursus Disaster Medicine di UGMYOGYAKARTA - Sebanyak 24 orang peserta pria dan wanita dari 11 negara meliputi empat benua mengikuti pembukaan International Summer Course on Disaster Medicine di ruang auditorium Fakultas Kedokteran UGM, Minggu (8/7) malam. Mereka berasal dari Australia, Austria, Belanda, Denmark, Kanada, Norwegia, Polandia, Prancis, Jerman, dan Malaysia serta tuan rumah Indonesia. Kursus tersebut dimaksud untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang penanganan gempa di Yogyakarta yang terjadi 27 Mei tahun lalu. ''Ini sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa kita punya universitas yang punya peran besar dalam penanganan bencana gempa yang berkaitan dengan kesehatan terutama disaster medicine,'' ungkap dokter Iwan Dwi Prahasto MMedSc PhD. Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UGM itu, mengenai disaster medicine FK UGM punya pengalaman cukup banyak yang barangkali di negara lain tidak ada gempa bumi sehingga beberapa negara bisa belajar mengenai hal itu di Indonesia. Disebutkan dia, program itu sudah dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di FK UGM. Dari program ini diharapkan peserta memiliki pengetahuan di bidang pemerintahan, kegawatdaruratan medik, medical logistic, aftermath surveillance, health promotion, dan mental health. (P12-70) Hakim Baik Hasil Binaan YOGYAKARTA - Di era modern seperti sekarang ini di mana masyarakat sangat mendambakan hukum yang betul-betul transparan dan adil, mestinya pimpinan peradilan sekaligus seorang hakim hendaknya bisa meningkatkan kinerja dirinya. Tanpa mengabaikan bidang-bidang lainnya meliputi kepribadian, kemampuan aktivitas, kesempatan prestasi, kehidupan rumah tangga serta yang paling penting adalah integritas hakim dan profesionalisme. Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Surabaya Sudarto Radio Suwarno SH menyampaikanhal itu ketika melantik dan mengambil sumpah Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta Ratna Harmani SH CN MH menggantikan Didik Andy Prastowo SH yang mendapat tugas baru di PTUN Semarang di Bangsal Kepatihan, Pemprov DIY, Selasa (10/7). Lebih lanjut dia mengatakan, hakim yang baik bukan dilahirkan akan tetapi harus dibina, ditempa, dan dibentuk. Sebab, tutur dia, manajemen pengadilan bukan sekadar manajemen institusi publik pada umumnya, namun juga manajemen perkara. (sgt-70) |