| Rabu, 11 Juli 2007 | INTERNASIONAL |
Korban Banjir Bertahan Hidup di Atap RumahOSLO - Banjir melanda kawasan Norwegia selatan dan tengah selama sembilan hari ini. Petugas ramalan cuaca memperkirakan, hujan lebat masih akan terus mengguyur hingga akhir pekan ini. Di beberapa kota, terjadi banjir lumpur dan kontaminasi air ledeng akibat banjir. Banjir juga mengakibatkan anjloknya biaya listrik di pasar energi tenaga hidro wilayah Denmark hingga Finlandia. Harian Aftenposten memberitakan, kota-kota kecil seperti Rollag dan Flesberg mengimbau penduduk untuk memasak air ledeng lebih dulu karena air banjir telah mencemari instalasi pengolah air bersih. Banjir lumpur dan batu-batuan mengakibatkan puluhan orang harus dievakuasi dari lokasi liburan di Norwegia selatan. "Kami prediksikan hujan lebat masih akan turun sampai akhir pekan di daerah-daerah banjir," kata seorang petugas jaga Badan Meteorologi Norwegia. Sepanjang beberapa pekan lalu, wilayah Norwegia selatan dan tengah juga dilanda banjir. Menurut data pemerintah, hujan dengan volume 122,4 mm mengguyur wilayah Oslo selama selama sembilan hari tanpa henti. Padahal, rata-rata curah hujan biasanya berkisar 80 mm. Bertahan di Atap Rumah Di India, ratusan ribu orang terperangkap tanpa persediaan makanan dan minuman selama tujuh hari akibat banjir. Sementara itu, hujan lebat terus mengguyur di wilayah India barat dan dikhawatirkan memperparah kondisi banjir. Sedikitnya 187 orang tewas akibat banjir yang menghantam kawasan selatan, barat dan timur negeri itu. Dampak banjir juga dirasakan tujuh juta warga. Tanggul-tanggul jebol diterjang air bah, kota-kota dan desa-desa terbenam. Diperkirakan sekitar 770 orang tewas di India, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Ratusan desa di Negara Bagian Bengal timur terendam banjir dan terisolasi. Beberapa orang masih terjebak di atas pohon dan atap rumah. Mereka bertahan hidup hanya dengan makan kelapa. Petugas menemukan 12 jenazah, salah satunya seorang perempuan dalam keadaan memeluk anak, terbenam di lumpur di tepian sungai Distrik Midnapore. Pemerintah Negara Bagian Orissa mengirimkan bantuan makanan kering untuk ribuan warga yang masih terisolasi di wilayah terpencil. Di Distrik Balasore, orang-orang menyelamatkan diri dengan menggunakan perahu. China masih berjuang dalam operasi pemulihan dan penyelamatan korban banjir. Hingga kemarin, banjir masih melanda berbagai kawasan di China dan menewaskan ratusan orang.(rtr-gn-25) |