| Rabu, 11 Juli 2007 | EKONOMI |
Antisipasi Kelangkaan, Stok Minyak DijagaSEMARANG-Pertamina diminta mampu menjamin ketersediaan stok minyak tanah untuk mengantisipasi terjadinya kekhawatiran berlebihan terhadap terjadinya kelangkaan. Hal itu terkait rencana pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji di Semarang Agustus mendatang. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jateng, Harsono mengatakan, kebijakan pemerintah tentang konversi yang belum jelas bisa memacu keresahan dan panic buying. Tanda-tandanya antara lain konsumen memborong dalam jumlah banyak akibat ketakutan pengurangan pasokan minyak tanah. Apalagi dengan adanya pemberitaan gencar di media massa soal kelangkaan tersebut. Hal itu, lanjutnya, sudah terjadi dalam pelaksanaan program serupa di Jakarta yang bisa saja pola konsumsi memengaruhi masyarakat Jateng. Cenderung Menurun Suyatno, pemilik pangkalan minyak tanah di Jatingaleh Semarang mengatakan, permintaan di awal Juli ini mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Namun hal itu tidak diiringi pengiriman suplai yang akhir-akhir ini malah cenderung menurun. Bila biasanya ia mendapatkan kiriman 5-6 drum per minggu, kini hanya mendapatkan 4 drum. Setiap drum berisi 200 liter minyak tanah. Heppy Wulansari, Humas Pertamina Unit Pemasaran (UPMS) IV menjelaskan, hasil pantauannya terhadap realisasi penjualan minyak tanah subsidi yang terlihat stabil. Ia optimistis penjualannya sesuai kuota yang telah ditetapkan. Data realisasi penjualan minyak tanah Januari-Juni 2007 mencapai 637.265 liter. Sedangkan kuota yang ditetapkan sebesar 1.295.000 liter. ''Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan. Pasalnya data realisasi penjualan tidak terlihat lonjakan berarti,'' katanya. (H22-33) |