| Rabu, 11 Juli 2007 | BUDAYA |
Tak Ingin Harry Potter Mati, Penggemar Ajukan PetisiLONDON-Ribuan penggemar Harry Potter telah menandatangani petisi untuk mendesak JK Rowling agar terus menulis novel tentang bocah penyihir itu. Petisi "Selamatkan Harry" itu menyerukan kepada Rowling agar dia membatalkan keputusannya mengakhiri serial laris itu pada buku ketujuh dan terakhir, Harry Potter and the Deathly Hallows. "Jutaan, mungkin miliaran orang dari kami suka membaca petualangan Harry dan kami tak pernah menginginkan serial itu berakhir," bunyi petisi online yang diluncurkan pada situs www.saveharrypotter.co.uk. Setelah 17 tahun menulis buku-buku tersebut, Rowling mengemukakan dirinya merasa sedih atas berakhirnya serial itu. Namun dalam wawancara televisi, dia menyatakan pada satu hari nanti akan kembali menulis tentang dunia magis di Hogwarts tersebut. Rowling mengatakan beberapa tokoh cerita itu akan mati pada buku terakhir, namun dia tak menyatakan apakah bocah penyihir itu termasuk di antara mereka. Sherlock Holmes Toko buku Waterstone's yang menjadi sponsor petisi menyatakan Rowling masih dapat menulis buku-buku Harry Potter lainnya sekalipun tokoh utamanya mati. "Sir Arthur Conan Doyle mematikan Sherlock Holmes namun menghidupkan kembali tokoh detektif itu setelah bertahun-tahun kemudian akibat tuntutan para penggemar dan penerbit. Mungkin hal yang sama bisa terjadi pada Harry Potter," kata Wayne Winstone dari Waterstone's. Lebih dari 325 juta buku dari enam buku pertama Harry Potter telah terjual di seluruh dunia, sehingga mengangkat pamor Rowling menjadi pengarang dengan kekayaan bernilai miliaran dolar AS. Buku terakhir tentang penyihir cilik itu akan beredar pada 21 Juli mendatang. (kl-45) |