logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Juli 2007 BANYUMAS
Line

''Apa AIDS Bisa Menular lewat Keringat dan Ludah?''

SEJUMLAH peserta Jumbara di Buper Munjulluhur pagi itu tampak sedang berkumpul di salah satu ruangan SDN Karangbanjar. Mereka bukan untuk membicarakan teman-temannya, namun mereka tengah mendiskusikan sesuatu.

Ya, para peserta ini kelihatan serius sedang membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan mereka. Masalah remaja sehat memang sedang mereka perbincangkan. Tak tanggung-tanggung, masalah yang saat ini lagi ngetren di masyarakat menjadi topik diskusinya. Ya, diskusi masalah HIV/ AIDS tampaknya cukup menarik untuk diperbincangkan.

Antusias para peserta untuk mengetahui penyakit ini terlihat jelas. Banyak di antara mereka yang melontarkan beberapa pertanyaan, yang kemudian langsung ditanggapi oleh peserta lainnya. Diskusi ini semakin seru, karena mereka berusaha untuk mempertahankan pendapatnya dengan berbagai alasan.

Pertanyaan muncul dari salah seorang peserta diskusi. ''Apa penyakit AIDS bisa menular lewat keringat dan ludah penderita?,''tanya Esti (15), salah satu peserta diskusi. Kontan saja, beberapa peserta berusaha untuk menjawab.

Sebut saja Zulfa N (17), peserta Jumbara dari PMR Madya PMI Cabang Purbalingga yang agaknya mengerti dengan masalah ini, langsung memberikan jawaban secara lugas. Menurutnya, penyakit AIDS tidak bisa menular melalui keringat maupun ludah orang yang terinfeksi penyakit mematikan ini. Penyakit ini menular melalui hubungan seks dan penggunaan jarum suntik yang telah digunakan oleh penderita.

Untuk itu, lanjut dia, setiap jarum suntik yang telah digunakan jangan sampai digunakan kembali karena sangat berisiko tertular penyakit yang hingga sekarang belum ada obatnya ini. Pertanyaan lain pun muncul dari peserta, Desy (16). ''Mengapa bagian tubuh manusia yang terkena HIV/AIDS adalah darah?,'' tanyanya.

Pertanyaan ini juga langsung dijawab oleh Zulfa. Menurutnya, virus penyakit ini menyerang sel darah putih (leukosit).

Lebih jauh, dia menjelaskan, empat stadium HIV/AIDS. Pertama adalah stadium inkubasi. Pada stadium ini virus bersembunyi di dalam sel darah putih dan belum bisa dideteksi. Stadium ke dua, adalah stadium awal dan biasanya terjadi pada bulan ke dua. Pada stadium ini virus sudah masuk ke dalam tubuh dan untuk mendeteksinya harus diuji di laboratorium.

Selanjutnya adalah stadium tenang. Pada stadium ini HIV sudah menunjukkan aktivitas kerjanya, akibatnya penderita sudah menunjukkan gejala infeksi. Kemudian stadium yang ke empat adalah stadium AIDS. Stadium ini terjadi pada kurun waktu 1-2 tahun dan virus ini sudah menyerang ke penderita.

Sementara itu Slamet Widodo, selaku evaluator diskusi Remaja Sehat pada kegiatan Jumbara ini mengatakan, adanya kegiatan diskusi semacam ini bertujuan untuk memberikan pendidikan tentang remaja sehat. (Budi Setyawan-29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA