logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Juli 2007 SALA
Line

LINTAS DAERAH

Guru Gadungan Curi Laptop

KLATEN-Ulah nekat Suparman (42) warga Jl Stasiun RT 5 RW 3, Kroya, Kabupaten Cilacap mencuri laptop rekan kosnya berbuah petaka. Pria yang mengaku bekerja sebagai guru di sebuah sekolah swasta di Klaten itu, Jum'at (6/7) dibekuk Satuan Reskrim Polsek Klaten Kota di rumahnya.

Tersangka ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan dari Niken Pramurti (30), warga Baciro, Yogyakarta . Saat melapor, korban yang bekerja sebagai karyawan bank itu mengaku kehilangan laptop yang ada di kamar kosnya di Jl Rajawali, Bareng, Klaten pada Minggu (1/7). Sebelum barang elektronik itu hilang, kamar sudah dikunci karena ditinggal pulang ke Yogyakarta.

Namun saat dia kembali ke Klaten, laptop raib dan jendela rusak. Dia mulai curiga dengan pelaku yang menghilang. Saat diperiksa, tersangka mengaku laptop tersebut digadaikan Rp 2 juta. (H34-67)

Tes PSB Online Lebih Sulit

SOLO - Ratusan calon siswa baru SMP yang berasal dari luar Kota Surakarta yang mendaftar melalui penerimaan siswa baru (PSB ) Online, Sabtu (7/7) mengikuti ujian tertulis.

Para calon siswa itu harus mengerjakan 100 soal dalam waktu dua jam. Sejumlah calon siswa baru yang ditemui di lokasi tes mengaku cukup kesulitan dengan soal-soal yang diujikan. Agus, salah seorang peserta ujian asal Sukoharjo mengatakan, soal PSB Online lebih sulit dibandingkan ujian nasional lalu.

''Soal tes lebih sulit dari UN. Padahal, sebelumnya saya sudah belajar bersungguh-sungguh,'' katanya. Penilaian yang sama juga diungkapkan Dita, peserta asal Boyolali. ''Kok soalnya bisa sesulit ini ya. Apa memang soalnya sengaja dipersulit?'' tanyanya.

Menurut Tarjono, Wakil Kepala SMPN 1 Surakarta, soal dalam tes bagi calon siswa baru asal luar kota dibuat oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Surakarta. Pihak sekolah hanya sebagai penyelenggara dan pengawas selama berlangsungnya ujian. (hr-50)

Sukoharjo Percontohan P2BN

SUKOHARJO - Sebanyak satu hektare lahan persawahan di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Sukoharjo menjadi area percontohan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) sebanyak 2 juta ton.

Areal percontohan tersebut menggunakan sistem tanam jajar legawa 41. Dengan sistem itu diharap gabah yang dihasilkan lebih banyak dari target kabupaten yaitu 7 ton gabah kering giling. "Sistem 41 ini sebenarnya pernah dicoba tetapi belum dengan jumlah besar, sekarang kami upayakan lagi karena hasilnya bisa lebih banyak," ujar Soewanto, Petugas penyuluh lapang (PPL) Cabang Dinas Pertanian Kecamatan, Sabtu (7/6).

Menurut Suhar, ketua Kelompok Tani Bina Boga II, meskipun menghasilkan tetapi pola tanam tersebut menambah biaya para petani. "Biasanya ketika masa tanam kita mengeluarkan biaya Rp 100ribu/ha, tetapi dengan pola seperti ini kami tambah biaya Rp 30 ribu/ha," ujarnya. (J6-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA