| Senin, 09 Juli 2007 | PANTURA |
Wali Kota: Harga Terjangkau PelangganPEKALONGAN- Sampai sekarang tidak ada protes dari pelanggan soal penyesuaian tarif air PDAM Kota Pekalongan. ''Mau protes bagaimana, karena tarif di Kota Pekalongan dinilai rendah dan terjangkau pelanggan,'' tegas Wali Kota HM Basyir Ahmad, kemarin. Ia menyampaikan hal itu terkait dengan penyesuaian tarif air PDAM yang membuat beberapa anggota DPRD terkejut. Kenaikan itu, untuk pelanggan rumah tangga R1 semula Rp 900/m3 menjadi Rp 1.200/m3, R2 Rp 1.100 menjadi Rp 1.400/m3, dan sosial dari Rp 700 menjadi Rp 800/m3. (SM, 3/7). Wali Kota menegaskan, penyesuaian tarif itu merupakan suatu keharusan agar perusahaan daerah itu tak merugi terus-menerus. Sebab, harga Rp 900 per m3 merupakan yang terendah. Di sisi lain, jika membeli air bersih dengan jerigen, sangat mahal. Karena itu, tidak berlebihan jika PDAM menaikkan tarif. Sebelum melakukan penyesuaian, kata dia, petugas PDAM sudah melakukan survei ke lapangan. Karena itu dia yakin kenaikan tersebut tidak akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat dan mereka mau menerimanya. Sosialisasi Meski demikian, karena pembayarannya baru dilakukan mulai Agustus, maka PDAM harus melakukan sosialisasi terus-menerus, agar warga yang belum tahu tidak akan kaget. Jamaludin, anggota Komisi II DPRD menegaskan, mestinya sebelum dinaikkan, PDAM melakukan efisiensi dan mencegah kebocoran yang tinggi. ''Mestinya manajemen PDAM dibenahi lebih dulu, sehingga biaya pengeluaran bisa ditekan dan pemasukan dapat dimaksimalkan.'' Kemudian, lanjut dia, sebelum tarif dinaikkan, pelayanan harus ditingkatkan lebih dulu. Dengan demikian, nanti tidak akan muncul protes dari pelanggan. (A15-65) |