| Senin, 09 Juli 2007 | PANTURA |
SPDN TPI Tanjungsari Mangkrak
PEMALANG - Bangunan pompa solar atau Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) di kompleks TPI Tanjungsari, Pemalang mangkrak tak difungsikan. Fasilitas itu dibangun tahun 2002 dengan anggaran pemerintah pusat. Berada di sisi utara TPI dan di pinggir sandaran kapal. Jika difungsikan tentu memudahkan suplai bahan bakar. Namun, sejak dibangun tak difungsikan sampai sekarang. Seorang nelayan Tanjungsari, Wanto (50) mengatakan, keberadaan sarana itu tak berpengaruh terhadap kegiatan nelayan. Sebab, nelayan kini banyak menggunakan minyak tanah dibanding solar. Kebutuhan itu dipenuhi dari para bakul dan depot KUD. ''Harganya bisa dijangkau. Minyak Rp 2.800/liter dan solar Rp 4.300/liter. Namun bila kebutuhan banyak, nelayan terpaksa mencari keluar. Apalagi persediaan di sini terbatas,'' katanya, kemarin. Menurut dia, pompa solar itu tidak digunakan karena harga BBM naik. Sehingga nelayan berganti dengan minyak tanah. Ketua KUD Mina Misoyosari Tanjungsari, H Gustomi mengatakan, persoalan SPDN di luar jangkauan KUD. Pihaknya hanya menerima paket bantuan fisik itu. Bukan sebagai pimpro pembangunannya. Jadi tidak tahu kenapa dibiarkan tak beroperasi. Sedangkan Ketua Komite Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Kelautan dan Lingkungan (PSPKL) Ir Tukiono MSi menjelaskan, SPDN dibangun untuk efisiensi kebutuhan nelayan dalam aktivitas mencari ikan di laut. Karena jika harus membeli bahan bakar dari luar akan membutuhkan biaya tambahan. Persoalan SPDN mangkrak seperti itu, berdasarkan pantauannya, bukan saja terjadi di TPI Tanjungsari. Namun hampir di setiap tempat pelelangan ikan. Hal itu terjadi kemungkinan karena dalam pembangunannya tidak ada koordinasi.(sf-61) |