| Senin, 09 Juli 2007 | OLAHRAGA |
Suporter Korsel Hindari Pendukung IndonesiaJAKARTA-Kerusuhan antarsuporter yang sering terjadi dalam Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia dan Copa Dji Sam Soe ternyata berimbas pada penjualan tiket untuk putaran final Piala Asia 2007. Hal itu terbukti dari kurang lakunya tiket pertandingan Indonesia versus Korsel pada 18 Juli mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ketua Bidang Tiket Panpel Lokal Indonesia Alex Iskandar mengatakan, penonton dari Negeri Ginseng menghindari pertemuan dengan suporter tuan rumah. Ribuan suporter Korsel lebih memilih memborong karcis pada pertarungan timnya menghadapi Arab Saudi (11/7) dan Bahrain (15/7). ''Ini berdasarkan penjualan tiket yang melibatkan tim Korsel. Suporter mereka umumnya takut dengan sikap pendukung klub-klub Liga Indonesia yang suka bertindak rusuh,'' ujarnya ketika ditemui di sela-sela memantau penjualan tiket di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin. Terkait putaran final Asia 2007, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengajak suporter Indonesia untuk tertib dalam mendukung kesebelasan kesayangannya. Upaya itu merupakan salah satu tugas tuan rumah Piala Asia. Ia berharap event akbar tersebut tidak tercoreng oleh tindakan anarkis. ''Saya minta warga untuk tertib dalam menonton bola di Senayan. Mari kita ciptakan suasana kondusif, bukan hanya untuk kebaikan nama Jakarta, tetapi juga Indonesia di mata internasional,'' tuturnya, saat mendampingi bintang sepak bola Prancis Zinedine Zidane di Balai Kota Jakarta. Dia berharap timnas tampil maksimal dan memberi yang terbaik untuk bangsa pada turnamen tersebut. ''Ayo, kita nonton dan berdoa untuk timnas aga mereka tampil maksimal menghadapi lawan-lawannya.'' Hal senada juga disampaikan Menpora Adhyaksa Dault. ''Kita doakan agar PSIS dapat bersinar di Piala Asia 2007,'' katanya. Indonesia berada di Grup D dan akan mengawali kiprahnya dengan menghadapi Bahrain besok. Selanjutnya Arab Saudi dihadapi Sabtu mendatang dan Korea Selatan pada Rabu pekan depan. (wgm-22) |