| Senin, 09 Juli 2007 | WACANA |
Surat PembacaLomba PG,RK dan SDBeberapa waktu lalu Smile Kid's bekerja sama dengan Sri Ratu Semarang mengadakan berbagai lomba pelajaran untuk anak PG, TK serta SD dalam rangka grand opening cabangnya di Brumbungan. Beberapa dari saudara saya ikut lomba tersebut dan membawa pulang bahan pelajaran yang dilombakan. Saya terkejut ketika melihat bahan lomba bahasa Inggris untuk tingkat SD kelas 3 dan 4. Materi Iomba sangat buruk karena banyak menyalahi aturan bahasa Inggris, baik tata bahasa, penulisan kata, penggunaan kata maupun tanda baca. Dari 100 soal, hampir setiap soal ada cacatnya. Sebagai orang yang mengenyam pendidikan sarjana dan pascasarjana di Amerika, saya merasa terganggu. Sungguh tidak bisa diterima, apalagi jika pembuat soal adalah Smart Kid's yang memberikan bimbingan belajar bahasa Inggris. Jika bukan mereka yang membuat soal tersebut, mengapa tidak membaca ulang soalnya serta memperbaiki kesalahan yang ada?. Anak-anak seharusnya dibimbing untuk mengetahui kaidah bahasa yang benar sehingga jika melihat kesalahan bisa membedakan. Menurut saya, lomba ini tidak diadakan secara profesional bahkan berkesan asal jadi, ceroboh dan sembarangan. Walau pesertanya anak-anak, justru seharusnya hal itu tidak terjadi. Kasihan anak-anak penerus masa depan bangsa ini. Kita tidak ingin mereka menjadi anak yang asal jadi, ceroboh, dan sembarangan. Saya harap Smart Kid's berhati-hati memberi materi lomba dan Sri Ratu juga lebih selektif menggandeng rekan promosi. Saya juga berharap orang tua berpikir lebih kritis dan turut aktif dalam kegiatan anak-anaknya bukan sekadar penonton dan penggembira saja. Lilia Jevi Surjaningtyas Jl Jend Sudirman 20, Purwodadi Menghormati Pahlawan Selama pemerintahan Jepang dipimpin PM Juni Chiro Koizumi, beliau selalu dicaci maki dan dihujat oleh para pemimpin dunia, terutama China dan Korea. Mengapa, karena PM ini tiap tahun selalu menyempatkan diri berziarah ke Yasukuni Jinja untuk bersemedi dan memberikan penghormatan kepada arwah para "pahlawan" yang telah menyumbang jiwa raganya untuk kebesaran negara dan bangsanya. Yasukuni Jinja adalah kuil di Tokyo, di mana abu jenazah para "pahlawan" Jepang yang meninggal di medan perang disimpan dan nama-namanya ditulis dengan tinta emas. Tempat tersebut terbuka untuk umum dan siapa saja boleh tafakur, memberikan penghormatan serta ingin mengetahui secara rinci sepak terjang mereka yang meninggal di medan perang pada PD II. Nama para pahlawan perang Jepang yang cukup dikenal antara lain; Laksamana Laut Nougi yang menghancurkan angkatan Laut Rusia di Laut Bering Wladiwostok. Kali pertama dalam sejarah modern, bangsa kulit berwarna berhasil menaklukkan pasukan musuh kulit putih yang selama berabad-abad selalu mendomonasi kemenangan atas kulit berwarna. Kemudian Ishiroku Yamamoto, Laksamana Besar memimpin perang Asia Pasifik tahun 1942 - 1945 yang gugur dalam pertempuran udara di kepulauan Salomon. Dia adalah seorang strateg yang merencanakan penyerangan Pearl Harbour di mana seluruh kekuatan armanda Amerika di Lautan Pasifik dihancurluluhkan. Operasi penyerangan dipimpin Kolonel Udara Genda dengan seluruh pasukan Jibakutai-nya berhasil menenggelamkan 2 kapal perang Inggris berbobot 40,000 ton yaitu kapal perang "Price of Wales" dan "Repulse" dan memakan korban 8.000 perwira serta pelaut. Kapal perang tersebut ditenggelamkan di Laut China. Sedangkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Belanda juga disapu bersih oleh Kolonel Genda di Laut Jawa. Sebelum itu Malaysia dan Indocina (Vietnam dan Kamboja), Thailand, Siam, Inggris, Prancis menyerah di Singapura, Belanda di Indonesia disapu bersih oleh Jenderal Imamura dalam tempo seminggu. Penyerahan tanpa syarat dilakukan di Kalijati, Subang, Purwakarta di mana Kolonel Genda juga hadir. Demikian juga nasib Filipina dalam seminggu disapu bersih oleh Jenderal Homa. Akibatnya tentara Inggris di bawah Jenderal Douglas Mc Arthur lari berbirit - birit meninggalkan Flipina menuju Australia. Kepala stafnya ditawan Jepang. PM Koizumi menyadari sebagai warga negara Jepang, dia menghargai dan menghormati para pahlawan yang berjasa untuk bangsa dan tanah airnya. Dia juga menyadari cercaan, tudingan, cacian dan makian tersebut karena diduga akan menghidupkan kembali militerisme Jepang di masa mendatang. China dan Korea menilai Koizumi ingin memaksakan Jepang mengakui keganasan tentaranya di daratan China dan memasukkan ke dalam buku pelajaran sejarah Jepang. Sampai kini Koizumi bergeming dan tidak menggubris sedikit pun tuntutan tersebut. Hanya atas nama pemerintah Jepang dia telah minta maaf. PMi China beberapa waktu lalu mengunjungi Jepang dan mengimbau PM Shinzu Abe (pengganti Koizumi) untuk tidak mengunjungi Yasukuzi Jinja serta mengakui kebrutalan tentara Jepang di masa lalu. Menurut saya, maju terus Koizumi, pahlawan Jepang adalah pahlawanmu, berjasa untuk bangsamu. Meski di dalam perang mengalami kekalahan bahkan di bom atom oleh Amerika. Perlu juga dicatat, Koizumi tiap tahun selalu ikut upacara peringatan jatuhnya bom atom di Hirosima dan Nagasaki, yang meminta korban berpuluh-puluh ribu warga Jepang atas tindakan Amerika. Banyak pengorbanan rakyat Jepang pada masa perang, kota-kota besar setiap hari di bom sampai hancur luluh. Tetapi rakyat Jepang tetap tegak berdiri untuk membangun negaranya yang hancur lebur tersebut. Sekarang bisa dilihat sejauh mana pengorbanan dan gigihnya bangsa Jepang untuk maju membangun dunia baru. Koizumi-san,.... maju terus dan mereka yang berada di Yasukuni Jinja adalah pahlawan Jepang. Jasanya adalah untuk Jepang, negeri leluhurnya adalah Jepang. Kenapa Jepang harus tunduk kepada keinginan orang lain. Koizumi-san.... Gambatte kudasai. Jibun no koto wa, Jibun de suru. . Bambang Poernomo Jl Raya 36 Kranggan, Temanggung *** Prioritas Pembangunan Kota Semarang Dengan ditetapkannya UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional maka setiap daerah harus mampu merencanakan pembangunan di daerahnya secara sistematis dan terarah. Kota Semarang memiliki nilai strategis yaitu sebagai ibu kota Provinsi Jateng, kota transit dalam perdagangan dan jasa. Juga banyak pabrik/industrialisasi dan peninggalan kota lama yang berpotensi besar untuk wisata demi meningkatkan PAD. Karena itu Kota Semarang oleh sebagian orang dijadikan sebagai tujuan kerja, merantau atau mengadu nasib. Hal penting yang wajib diprioritaskan oleh Pemkot adalah pelayanan kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, lingkungan, SDM dan mental warga. Infrastruktur harus diprioritaskan dengan pembangunan sarana dan prasarana kota dan pengembangan daerah pinggiran terutama mendukung kelancaran arus barang dan jasa. Dengan kelancaran pembangunan infrastruktur kota maka diharapkan dapat mendukung daya tarik investasi dan aktivitas perekonomian lokal. Aktivitas perekonomian menjadi prioritas karena merupakan poin utama dalam penguatan kemampuan ekonomi masyarakat. Dengan penguatan perekonomian maka secara tidak langsung berpengaruh pada sektor lain. Bidang ekonomi harus dijadikan prioritas pertama. Kondisi jembatan Kartini yang menghubungkan Kecamatan Semarang Timur dengan Gayamsari kian memprihatinkan. Untuk memperkuat jembatan yang sudah reyot warga memasang penyangga dari bambu. Menurut saya, Pemkot harus segera meneruskan pembangunan jembatan tersebut yang kini pondasi sudah selesai. Mohon segera ditanggapi demi kesejahteraan dan kepentingan masyarakat. Budi Setyawan (024 8415314) JI Gergaji IV/1143, Semarang *** Sindroma Ankahansa Istilah tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan ilmu kedokteran, tetapi merupakan tren yang banyak menghinggapi para koruptor serta bisa dijadikan tertawaan. Ankahansa adalah tingkah para koruptor yang jika ketahuan (an), lalu dijadikan tersangka (ka), kemudian ditahan (han), lantas jatuh sakit (sa). Bagaimana tidak lucu, seseorang yang begitu sehat walafiat, cenderung arogan dan kadang bergaya aristokrat walau dipaksakan (karena bukan ningrat asli), tiba-tiba tampak lemah lunglai tanpa daya, pucat pasi dan jatuh sakit. Bahkan ada yang sampai meninggal sebelum menjalani hukuman. Untuk itu saya salut kepada media atas peliputannya. Korupsi yang menurut saya sebagai penyakit birokrasi, bisa disingkat pekrok (ingat penyakit masyarakat atau pekat) tidak hanya tuna susila, tetapi juga tuna rungu dan tuna netra karena membuat koruptor menjadi tuli dan buta terhadap penderitaan rakyat. Dana atau uang yang mestinya untuk menyejahterakan rakyat, dipakai untuk kepentingan pribadi/keluarga atau kelompoknya. Anehnya kebiasaan buruk ini (korupsi) dianggap sebagai penyakit, ternyata mampu menyehatkan para koruptor. Terbukti ketika mereka tidak mendapat kesempatan lagi berkorupsi, kemudian jatuh sakit. Maka bisa disimpulkan (secara guyon), korupsi adalah penyakit yang menyehatkan sehingga rakyat yang mestinya paling berhak marah, bisa tertawa terbahak-bahak menyaksikan kelucuan ini. Sekaligus menjadi peringatan bagi para calon koruptor agar mengurungkan niatnya daripada kelak menderita sakit (karena korupsinya terbongkar). Mereka pasti ditertawakan bahkan dicaci-maki oleh rakyat termasuk tetangga dekatnya. Mari kita jelang Indonesia yang gilang-gemilang dengan kesederhanaan, kejujuran dan kebersamaan sehingga anak cucu bangga menjdi putra-putri Indonesia. Drg Toto Hermawan Puskesmas Kebondalem, Pemalang *** Meniru Belanda Negara ini pernah dijajah Belanda selama 3,5 abad, seharusnya penduduknya bisa belajar banyak mengenai kemampuan menghasilkan bangunan dengan kualitas bagus. Contoh di Desa Cepiring ada bangunan pabrik gula buatan sejak tahun 1828, hingga kini masih tegar berdiri. Tidak ada cerita tembok retak, ambrol atau roboh. Padahal jika dihitung sudah 179 tahun berdiri dan difungsikan untuk pabrik yang angat rawan menyebabkan kerusakan pada bangunan itu. Pemerintah Kabupaten Kendal sebaiknya belajar dan meniru kinerja orang Belanda dalam hal membangun gedung. Media sering memberitakan kerusakan bangunan yang dalam hitungan satu dasawarsa mengalami kebobrokan. Lihat saja ambrolnya talud sandaran perahu di depan TPI Bandengan padahal belum lama dibangun. Kemudian keretakan stadion baru kebanggaan masyarakat, ambrolnya eternit gedung baru di lingkungan Pemkab juga patut dipertanyakan padahal masih berumur baru. Bisa saja Pemkab berkelit dengan berbagai alasan. Tapi yang jelas hal tersebut menunjukkan kualitas bangunan tak lebih baik. Anehnya begitu gampang bangunan milik pemerintah dalam waktu singkat mengalami kerusakan tetapi berkesan adem ayem saja. Baik Bawasda, DPRD atau pihak yang berkompeten tak pernah mengadakan pemeriksaan mendalam.Seharusnya ada penyelidikan apakah sumber masalah sebenarnya. Jika perlu tindak tegas kontraktor dan penanggung jawab proyek bermasalah tersebut, jangan hanya diam. Aryo Widiyanto AMd Jl. Sri Agung 234 Cepiring, Kendal *** PT Adira Yogyakarta Mewakili ayah sebagai nasabah PT Adira Yogyakarta, saya merasa kecewa atas pelayanannya. Beberapa waktu lalu ayah melunasi cicilan motor yang tinggal 7 kali angsuran sebesar Rp 2,8 juta dengan denda Rp 2 juta karena terlambat bayar cicilan. Total yang dibayar Rp 4 juta lebih dan saya bisa menerima dengan lapang dada. Yang ingin saya tanyakan, mengapa sampai kini BPKB belum bisa diambil. PT Adira menjanjikan setelah lunas, seminggu berikutnya BPKB bisa diambil. Namun setelah 1 minggu ayah datang, BPKB tetap belum bisa diambil dan hal itu berlangsung beberapa kali. Seharusnya setelah memenuhi kewajibannya, mereka segera memenuhi hak nasabah. Saya merasa dipermainkan. Untuk pimpinan Cabang Yogyakarta, mohon penyelesaian segera. Tolong penuhi dan hargai hak nasabah. Eni Kristanti Gedolon Sirahan, Salam, Magelang *** Jl Werkudoro Tegal Jalan Werkudoro Tegal yang membentang dari jembatan Ketiwon hingga perempatan Kejambon, kondisinya terasa sempit sehingga perlu pelebaran. Sasaran utamanya perempatan Kejambon, sebab di Jl Werkudoro menjadi penyebab lokasi tersebut kurang indah. Pemkot Tegal harus sadar lokasi ini strategis dan berfungsi sebagai etalase kota dari arah selatan. Juga perlu bertindak tegas karena pelebaran jalan sudah mendesak demi kelancaran lalu lintas dan keindahan kota. Jembatan Ketiwon sebagai pintu gerbang masuk kota dari arah Mejasem juga perlu diperlebar karena sempit, lapuk yang dibuat pada zaman kolonial Belanda. Saya berharap Pemkot Tegal memprioritaskan pembangunan jembatan Ketiwon di Jl Werkudoro dan pelebaran perempatan Kejambon karena dari dua unsur pembangunan inilah ke depan Kota Tegal akan menjadi Kota Bahari yang benar-benar indah. M Fachrizal Bekasi Timur Permai D 10/30 Setiamekar Tambun Selatan, Bekasi *** Kades Terpilih Sebanyak 225 kepala desa hasil pemilihan putaran pertama di Kabupaten Temanggung telah dilantik 20 Juni 2007. Kini masyarakat menanti kiprah dan realisasi janji yang diobral saat kampanye. Mereka datang ke bilik suara karena terdorong optimisme akan terjadinya perubahan pascapilkades. Pemdes merupakan lembaga eksekutif terendah dalam struktur kekuasaan. Saking dekatnya dengan rakyat, maka sepak terjang kades akan mudah terbaca sekalipun oleh orang awam. Karenanya, kehati-hatian dalam bersikap dan mengambil kebijakan perlu dikedepankan agar tercipta suasana kondusif. Paling tidak ada 5 M yang perlu segera dilakukan kades terpilih: Pertama, momong. Masyarakat kita adalah majemuk. Kemajemukan bukanlah hambatan melainkan kekayaan yang harus dikelola secara baik dan benar sehingga menjelma menjadi kekuatan yang sinergis dan harmonis. Kemajemukan adalah "takdir" dan dari beragam perbedaan itulah dapat belajar untuk menjadi arif dan dewasa. Kedua, mbangun. Kades terpilih tentu telah memaparkan visi, misi dan program kerja saat kampanye. Masyarakat kini menilai apakah kades yang mereka pilih menepati janji atau tidak. Ingat, jabatan adalah amanat rakyat yang tidak sepatutnya diselewengkan. Kinerja pemimpin hakikatnya akan dimintai pertanggungjawaban tidak hanya di dunia tetapi juga di akherat. Ketiga, marahi. Kades sesungguhnya bukan sekadar perangkat yang menjalankan roda pemerintahan desa melainkan juga figur yang dituakan. Karenanya, dia harus menjadi teladan bagi lingkungannya baik tingkah laku maupun kesederhanaan hidup. Krisis kepercayaan akan terkikis bila pemimpin sanggup memadukan antara ucapan dan perbuatan. Keempat, mbombong. Masyarakat kini megap-megap karena himpitan ekonomi, terlebih harga kebutuhan hidup terus melangit. Seorang pemimpin harus sanggup menghibur dan menenteramkan batin mereka agar tidak putus asa dalam menjalani rintangan hidup. Empati pemimpin sungguh amat berharga di kala bangsa sedang berduka. Kelima, mrantasi. Kades sejatinya pelayan publik. Seiring dengan semangat reformasi, masyarakat mendambakan pelayanan mudah, cepat dan memuaskan. Mentalitas feodalistik yang kerap menghinggapi pemimpin sudah selayaknya disingkirkan sebab tidak senafas dengan spirit demokratisasi yang sedang tumbuh berkembang di negeri ini. Menjadi pemimpin memang menaikkan gengsi sosial. Namun akan jauh lebih bergengsi bila selama memangku jabatan mampu mengukir prestasi yang bisa dibanggakan karena akan dikenang sepanjang hayat. Dilantiknya para kades terpilih diharapkan mendatangkan maslahat bagi masyarakat, bangsa dan negara. M Anshori Rahmat Perum Tegalsari RT 3/RW 2 Kranggan, Temanggung |