logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Juli 2007 NASIONAL
Line

Dirikan Partai GAM Bukan Subversif

JAKARTA- Dideklarasikannya partai lokal Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Nangroe Aceh Darussalam tidak termasuk tindakan subversif. Penggunaan simbol dan nama GAM pun seharusnya tidak dipersoalkan sepanjang tetap dalam ranah politik.

Demikian diungkapkan pengamat politik dari CSIS Indra J Piliang kepada Suara Merdeka, kemarin.

Menurutnya, hal tersebut justru positif karena merupakan proses integrasi politik dari mantan anggota GAM. ''Tidak ada yang perlu dikhawatirkan berkaitan dengan pendirian Partai GAM,'' katanya.

Penggunaan kata GAM, tambahnya, seperti halnya nama partai atau gerakan masyarakat lainnya. Pendirian partai GAM tidak berkait dengan maraknya aktivitas separatisme beberapa waktu terakhir.

''Hal ini juga merupakan konsekuensi dari perundingan Helsinki tahun 2004 lalu. Siapa pun dapat mendirikan partai lokal di Aceh. Berbeda dengan wilayah lain di Indonesia,'' tambah Indra.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Andi Matalata mengatakan, belum dapat memberikan komentar lebih jauh pendirian partai GAM.

Pihaknya mulai bersentuhan secara hukum jika sebuah partai politik telah mendaftar ke Depkumham.

Dia mengingatkan, selain persyaratan administratif mengenai telah memiliki cabang dibeberapa daerah, AD/ART partai lokal juga tidak boleh bertentangan dengan NKRI.

Adapun Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto mengatakan, tidak akan melakukan tindakan apapun berkaitan dengan pendirian Partai GAM. ''Kami akan bertindak jika sudah berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat,'' katanya kepada Suara Merdeka.

Dia juga mengatakan, yang berhak menilai partai GAM legal atau tidak bukan menjadi kewenangan polisi. ''Itu menjadi kewenangan pemerintah dalam hal ini Depatemen Hukum dan HAM,'' tambahnya.(J13-49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA