| Senin, 09 Juli 2007 | MURIA |
Perpustakaan Umum BloraDari Numpang Gedung sampai Maju Lomba Nasional
TIDAK sia-sia UPTD Perpustakaan Umum Blora setiap tahun berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan menambah koleksi buku bacaan dan melengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Setelah beberapa tahun lalu ditetapkan sebagai salah satu perpustakaan terbaik di Jateng, kali ini institusi yang dipimpin Sri Sulinantin itu tengah berupaya mendapat predikat perpustakaan daerah terbaik di tingkat nasional. Rencananya Senin hari ini (9/7) tim dari Perpustakaan Nasional Pusat akan datang ke Blora untuk melakukan penilaian. "Pemberitahuan kedatangan tim dari Jakarta itu telah disampaikan kepada kami. Pemkab dalam hal ini UPTD Perpustakaan telah menyiapkan diri menerima kedatangan mereka,íí ujar Kepala Bagian Humas Setda, Chris Hapsoro AW, kemarin. UPTD Perpustakaan Umum Blora memang layak menjadi salah satu duta dari Jateng guna mengikuti lomba di tingkat nasional. Di tahun 90-an saat kali pertama berdiri, perpustakaan yang kala itu dipimpin Sri Endah Sulistyowati, tidak lebih baik dari perpustakaan daerah di kabupaten lain di Jateng. Namun, dengan perjuangan tak kenal lelah dari para pegawainya, perpustakaan yang dulunya menumpang di salah satu gedung Kompleks Taman Sarbini tersebut mulai berbenah. Terus Bertambah Dukungan penuh dari Pemkab menjadikan perpustakaan maju pesat. Koleksi buku setiap tahun bertambah. Warga pun semakin tertarik mengunjungi. Apalagi, sejak beberapa tahun lalu menyediakan ruang bermain anak, untuk anak TK dan SD. Maka, setelah beberapa tahun dipimpin Sri Endah Sulistyowati perpustakaan menempati gedung sendiri dan meraih predikat perpustakaan daerah terbaik di Jateng. Fasilitas internet gratis menambah minat warga untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Selain pembenahan internal, perpustakaan juga berupaya menumbuhkan minat baca di kalangan warga hingga ke pedesaan. Mobil dan sepeda motor perpustakaan keliling, rutin setiap minggu mengunjungi berbagai desa. Tak hanya sampai di situ. Pihak perpustakaan juga menggalang kerja sama dengan rumah sakit, pondok pesantren, panti asuhan, sekolah dan rumah tahanan negara (Rutan) Blora, sebagai tempat yang disambangi untuk mengenalkan berbagai buku yang dimiliki perpustakaan. Intinya, budaya membaca ingin dikembangkan di kalangan masyarakat. Kepala UPTD Perpustakaan Sri Sulinantin melalui staf humas, Mahbub Junaidi mengatakan animo masyarakat Blora untuk merespon segala kegiatan perpustakaan sangat tinggi. Menurutnya hal itu menjadikan pihak perpustakaan semakin termotivasi mencari ide-ide baru dalam rangka pengembangan perpustakaan ke arah yang lebih baik. "Tanpa dukungan warga, rasanya sulit bagi kami merealisasikan program yang telah disusun," ujarnya. Dia berharap doa restu warga Blora dan dukungan serupa akan membawa perpustakaan meraih prestasi di tingkat nasional.(19) |