| Senin, 09 Juli 2007 | SEMARANG |
Selingkuh, Preman Tewas Dimassa
UNGARAN- Karena nekat menyelingkuhi istri orang, Agung Pramono (43), seorang preman yang lebih dikenal dengan nama Bajing, tewas dikeroyok ratusan orang di Dusun Gintungan, Desa Gogik, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Minggu (8/7) dini hari. Agung tewas dengan kondisi mengenaskan, karena dikeroyok warga yang jengkel dengan ulahnya. Menurut keterangan berbagai sumber, Agung yang merupakan warga Kalilateng Ungaran itu, sudah lebih dari satu bulan menjalin asmara dengan Sri Haryati, warga Dusun Gintungan RT 05 RW I. Sri Hariyati merupakan istri Sasmito dan dikaruniai tiga anak. Suami Haryati sebenarnya sudah lama mengetahui perselingkungan istrinya dengan Agung. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena yang menyukai istrinya adalah preman cukup ternama di Ungaran. Berdasarkan keterangan saksi-saksi kepada polisi, pada malam Minggu lalu sekitar pukul 21:00, Agung datang menjemput Sri Haryati di rumahnya. Meski Sasmito berada di rumah, keduanya tetap saja bepergian dengan alasan hendak mendatangi kenduri di rumah rekan Agung. Sekitar pukul 23:00, keduanya pulang ke rumah Sasmito. Namun, Agung tidak segera pulang dan justru berduaan dengan Haryati di kamar layaknya pasangan suami-istri. Sasmito yang sudah menyimpan sakit hati mendalam, tidak kuasa berbuat apa-apa. Namun, begitu melihat keduanya sedang mesum di dalam rumah, sekitar pukul 24:00 dia pun memberanikan diri menegur Agung. "Sempat terjadi percekcokan antara mereka," ujar seorang sumber. Merasa teraniaya, Sasmito kemudian berteriak-teriak minta pertolongan. Kebetulan di dekat TKP sedang berlangsung pertandingan bulu tangkis. Warga pun segera berdatangan menuju rumah Sasmito. Warga Gintungan yang juga mengetahui hubungan Agung dan Sri Haryati, semakin berang melihat Agung ada di sana. Massa kemudian memukuli Agung dengan tangan kosong, batu, dan benda apa saja yang ada di tempat itu. Agung akhirnya tewas bersimbah darah. Preman ini ditinggalkan begitu saja di tengah jalan kampung oleh warga yang memendam amarah. Meresahkan Berdasarkan pantauan, kemarin situasi Dusun Gintungan, Desa Gogik, tampak lengang. Kepala Desa Gogik Miyanto kepada wartawan mengatakan, berdasarkan keterangan warganya, Agung jauh-jauh hari sudah membuat keresahan di desa itu. Menurut dia, selain menantang Sasmito, Bajing juga sesumbar kepada warga Gintungan. "Menurut keterangan warga, dia (Agung-Red) sudah diingatkan itu istri orang. Sebelum meninggal dia sempat mengancam juga, bahwa kalau dia mati di sini, anak buahnya akan menyerang. Menanggapi ancaman tersebut, warga saat ini lebih waspada dan siap siaga," jelas Miyanto. Menurut dia, Sasmito hingga sore kemarin masih diperiksa di Polres Semarang sebagai saksi. "Belum ada tersangka dalam kasus ini. Saya dimintai keterangan sebagai saksi," ucapnya. Kapolres Semarang AKBP Drs Hariono saat dihubungi melalui ponselnya sore kemarin belum bisa dikonfirmasi. Kapolsek Ungaran AKP Sukiyono mengatakan, pihaknya tetap memantau situasi keamanan di sekitar Gogik. "Kami tetap memantau desa itu. Situasi masih terkendali. Soal adanya ancaman itu kan dia (Agung) pribadi. Dia menyukai istri orang, terus dimassa. Polisi siap menindak siapa pun yang berbuat anarki." Minggu (8/7) pukul 12:30, mayat Agung dibawa ke RS Dr Kariadi untuk diautopsi. Jenazah diantar petugas Polres Semarang. (H14,H23-37) |