| Senin, 09 Juli 2007 | SEMARANG |
Tak Sesuai Bestek, Proyek Diminta DibongkarDEMAK- Pemkab Demak diminta lebih serius memperhatikan kualitas pembangunan jalan dengan konstruksi beton bertulang yang akan dikerjakan mulai Agustus mendatang. Pasalnya, dikhawatirkan ada rekanan yang melaksanakan pengerjaan dengan garapan kurang baik. Jika hal itu terjadi, Pemkab harus bersikap tegas dengan meminta pelaksana proyek membongkar ulang dan membangun kembali agar sesuai dengan bestek. Koordinator Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD) Muhammad Rifai mengatakan, kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebab, tahun lalu saja ada garapan yang kurang baik. Terlebih, jika ada rekanan yang menjual kembali proyeknya ke rekanan lain atau mengesubkan pengerjaan. Pemerintah perlu mengingatkan agar rekanan pelaksana proyek mengerjakan sesuai dengan bestek. Kalau ditemukan penyimpangan kualitas, maka harus dibongkar hingga pengerjaan sesuai dengan kontrak kerja. Tahun lalu Bupati H Tafta Zani pernah membuat pernyataan seperti itu dan sekarang harus lebih tegas lagi. Selain itu, kekhawatirannya juga didasari adanya rekanan proyek yang ternyata dari kalangan eksekutif dan legislatif, kendati CV yang dipakai menggunakan nama istri atau saudaranya sendiri. Ketua LSM Lembaga Penyuluh Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mandiri (LP3MM) Demak Munir Yusak mengatakan, pihaknya bersama sejumlah LSM lain akan mengawasi dan mengkritisi pengerjaan konstruksi yang didanai APBD 2007. Kabag Pengendalian Pembangunan Setda Demak Drs Joko Sutanto menjelaskan, pelaksanaan lelang telah diserahkan kepada tim lelang. Ada empat tim yang melaksanakan lelang dengan paket proyek beragam. (H1-37) |