logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Juli 2007 SEMARANG
Line

Susu Tekan Risiko Keracunan Timbal

SEMARANG - Anak-anak merupakan kelompok yang rentan tercemar timbal. Sebab mereka lebih mudah menyerap timbal daripada orang dewasa. Keracunan timbal bisa menyebabkan kerusakan otak, mengganggu belajar dan tingkah laku, serta mengarah pada perkembangan yang lambat dan problem pendengaran.

Dra Henna Rya Sunoko Apt MSc dalam disertasinya yang akan diujikan pada promosi doktor ilmu kedokteran, Selasa (10/7) besok, menuliskan kajiannya mengenai pemajanan kronik Timbal (Pb) lingkungan pada anak di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Yang terakhir, Pb diketahui bisa menyebabkan autisme, gangguan perkembangan kognitif, dan perilaku bayi. Toksisitas akan terjadi pada pemajanan Pb dosis rendah yang berasal dari sumber lingkungan, seperti bahan bakar bensin, cat rumah yang melapuk, kertas terutama dengan cetakan warna, makanan, dan air.

Penelitian yang mengikutsertakan 54 anak dari Kota Semarang dan Kabupaten Demak berumur 5-10 tahun itu, menunjukkan rerata kadar Pb untuk seluruh sampel telah melampaui nilai ambang untuk anak.

''Beberapa sampel mengandung kadar Pb darah sangat tinggi yaitu 91,7 ppb dan 24,50 ppb, padahal di Amerika menetapkan kadar ambang anak sebesar 10 ppb,'' katanya baru-baru ini.

Efek faktor Pb ambien udara terhadap kadar Pb darah ternyata dipengaruhi oleh faktor-faktor kondisi rumah, pendidikan, dan pendapatan orang tua. Semakin baik pendidikan dan pendapatan serta kondisi rumah, kadar Pb akan menurun meski tinggal di lokasi dengan cemaran Pb ambien udara tinggi. Secara keseluruhan dapat disimpulkan, kewaspadaan terhadap pemajanan kronik Pb harus dimulai pada saat kadar Pb darah anak sekitar 3 ppb. ''Hasil analisis juga menunjukkan mencuci tangan dan minum susu pada anak, juga sangat berpengaruh untuk menurunkan risiko keracunan kronis timbal lingkungan,'' jelasnya. (J14-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA