logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Juli 2007 SEMARANG
Line

Jangan Tunda Ajari Anak Membaca

MENUNGGU mengajari anak membaca setelah ia bisa berbicara? Bisa jadi itu yang sering dipikirkan dan dilakukan orang tua terhadap bayinya. Namun ternyata anggapan itu salah. Bahkan sejak usia tiga bulan, bayi pun bisa mulai diajar membaca, berhitung matematika, dan pengetahuan ensiklopedi.

''Membaca merupakan kemampuan sensorik, dimana mata dan telinga bekerja,'' kata Irene F Mongkar, praktisi Metode Glenn Doman, dalam seminarnya ''Bagaimana Mengajar Bayi/ Anak usia Dini Membaca & Matematika sambil Bermain'' di Tigaraksa Optima Perkasa Cabang Semarang (TOP) Jl Taman Udan Riris, Tlogosari, Sabtu lalu.

Jika menunggu usia anak semakin besar, maka akan semakin sulit mengarahkan kemampuannya dalam membaca atau berhitung. ''Semakin muda usia seorang ketika belajar membaca, semakin mudah dan kian cantik pula cara ia membaca.''

Menurut Irene, anak-anak pada usia keemasan yakni 0 bulan sampai 4 tahun, memiliki otak bagaikan spon yang dapat menyerap apa pun yang diberikan orang tuanya. ''Orang tua harus memberikan stimulasi atau rangsangan pada lima indera yang dimiliki sejak bayi itu lahir.''

Hal inilah yang diterapkan Irene pada anaknya 16 tahun lalu, yang saat itu berusia tiga bulan. Dengan metode Glenn Doman, putri semata wayangnya ini bisa membaca di usia 18 bulan kala itu.

Salah satu ibu muda Nana (27) bahkan sudah mulai tertarik dengan metode yang begitu gempar di sejumlah kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya. ''Jika biasanya orang tua harus menuju ke Yogyakarta untuk belajar Glenn Doman, kini sudah lebih dekat karena di Semarang pun bisa,'' katanya.

Anaknya, Kaykaus yang berusia 14 bulan, kini sudah menunjukkan perkembangan yang pesat sejak dikenalkan dengan metode itu.

Luar Biasa

Pada dasarnya menurut Irene, kemampuan anak sangat luar biasa. Sebagai contohnya, anak akan mudah menyerap informasi dan menghafal lagu, iklan, atau gaya orang lain. Anak usia dini bahkan bisa menangkap informasi sekaligus dengan berbagai indera. Buktinya, sekalipun mereka sedang bermain tapi dengan gampangnya menyeletuk pembicaraan orang.

Yang harus dilakukan orang tua adalah bergembira dan menciptakan cara-cara baru. Selanjutnya, gunakan kata-kata yang cukup besar, jelas dan menarik untuk kemudian dibacakan dengan kuat dan jelas. Anak akan dapat membaca kata di usia 1 tahun, kalimat pada usia 2 tahun, dan buku di usia 3 tahun.

Mengajar membaca sangat mudah dan sederhana. Namun sayangnya karena dianggap mudah tersebut justru mudah diabaikan dan ditunda. ''Jika kita sampai menyepelekan, maka waktu akan terlewat dan itu artinya kita terlambat,'' imbuh Irene. (Modesta Fiska-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA