| Senin, 09 Juli 2007 | SEMARANG |
Jembatan Kartini Semakin RawanBARITO - Warga dan pengguna Jembatan Kartini mengaku cemas dengan kondisi fisik penghubung Jl Barito dan Jl Medoho, Kelurahan Sambirejo itu. Secara fisik jembatan sudah sangat buruk dan rawan kecelakaan, namun hingga saat ini belum ada upaya Pemkot memperbaikinya. Kepada Suara Merdeka, warga mengungkapkan kekhawatirannya kalau sewaktu-waktu jembatan itu ambruk. Banyak bagiannya saat ini sudah rusak dan bolong-bolong, sehingga mengancam keselamatan pemakai jalan. Jika kelanjutan pembangunan jembatan baru itu berlarut-larut, mereka takut makin rawan memasuki musim hujan, Oktober mendatang. ''Kelanjutan pembangunan jembatan baru kan makan waktu lama. Pemkot sebaiknya mulai memperkuat bagian-bagian yang rusak. Kalau tidak, jembatan sudah tua itu bisa memakan korban. Masak mau nunggu kecelakaan dulu baru diperbaiki,'' ujar Sofyan, warga Medoho. Takut Lewat Hal senada diungkapkan Arum, warga Jl Gajah. Dia mengatakan, makin takut melewati jembatan jika mengendarai sepeda motor. Apalagi, lanjut dia, badan jembatan berlubang cukup besar. Akibatnya, roda kendaraan mudah terjebak. ''Kalau siang hari banyak orang lewat. Kalau malam, siapa yang menolong?'' ujarnya. Pemkot, lanjut dia, semestinya responsif terhadap hal itu. ''Tidak perlu menunggu dana terkumpul banyak dulu, yang penting perbaikan dilakukan supaya jembatannya aman,'' tandasnya. Sebelumnya, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Kota, Ir Rosid Hudoyo mengungkapkan, anggarannya tidak masuk dalam APBD 2007. Apabila akan diteruskan, maka pembiayaan untuk tahap lanjutan dianggarkan dalam APBD Perubahan. (H12-18) |