logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Juli 2007 SEMARANG
Line

Ulah Pemabuk Pasar Johar

Ibu Diancam, Anak Digagahi

SEMARANG- Akibat mabuk usai minum minuman keras, Slamet Riyadi (27), warga Jl Cumi-cumi Raya, Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, lepas kontrol. Pria yang tak punya pekerjaan tetap itu mencabuli seorang gadis di bawah umur, sebut saja Sofa (11). Tak hanya itu, Slamet juga mengancam ibu Sofa, Sumiyem (40), dengan gobang jika berteriak minta tolong.

Kejadian tersebut terjadi di lantai II Pasar Johar, Sabtu (7/6) sekitar pukul 02.00. Bukan hanya itu, tersangka juga meminta paksa uang Rp 10.000 milik Sumiyem. Selang beberapa menit setelah kejadian, Sumiyem dan korban melaporkan peristiwa tersebut ke pos polisi Pasar Johar.

Mendapat laporan tersebut, sejumlah polisi segera melakukan pengejaran. Diyakini tersangka belum jauh meninggalkan lokasi kejadian. Tersangka ditangkap pukul 04.00 di kawasan Bandarharjo, saat menumpang becak yang hendak mengantarnya pulang ke rumah.

Polisi juga mengamankan gobang yang dipakai mengancam korban sebagai barang bukti.

Di hadapan Kapolsek Semarang Tengah AKP Joko Watoro didampingi Kanit Reskrim Iptu Suyono, Slamet mengaku khilaf. "Saya khilaf pak. Saya waktu itu mabuk berat setelah menenggak minuman keras tiga botol," kata Slamet dengan terbata-bata.

Kejadian tersebut berawal saat Slamet bersama tiga temannya pesta minuman keras di kawasan Kota Lama. Setelah mabuk berat, Slamet pamit kepada temannya untuk pergi ke Pasar Johar.

Menasihati

Dia didampingi salah seorang rekannya Tarno. Saat di lantai II Pasar Johar, tersangka melihat Sofa sedang terbaring tidur di sebuah bangku panjang. Sontak timbul niat jahat Slamet untuk menggagahi korban.

Melihat rekannya hendak berbuat cabul, Tarno sempat menasihati. Namun nasihatnya tidak digubris. Terlebih setelah tersangka menghunus Gobang yang diselipkan dari balik baju. Tarno pun tak bisa berbuat apa-apa, dan menyingkir dari lokasi. Sumiyem yang semula tidur terbangun mendengar ribut-ribut tersebut. Perempuan yang setiap hari mengemis di sekitar Pasar Johar itu, menghardik ketika mengetahui niat jahat tersangka.

Tetapi dia justru diancam akan dihabisi jika berteriak minta tolong. Sumiyem tak berkutik setelah Slamet mengalungi gobang di lehernya. Setelah itu, tersangka menyeret korban dan menggagahinya. Tersangka kemudian kabur, setelah meminta paksa uang kepada ibu korban. Hingga akhirnya, Sumiyem dan Sofa melaporkan perbuatan tersebut yang berujung ditangkapnya tersangka. (H21,D12-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA