logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Juli 2007 KEDU & DIY
Line

Kurang, Komunikasi Ilmiah Antarpeneliti

YOGYAKARTA - Salah satu kekurangan yang terasa di Indonesia adalah komunikasi ilmiah antarpeneliti kurang terjalin dengan baik. Komunikasi di sini tidak senantiasa yang bersifat lisan, tetapi juga tertulis seperti misalnya publikasi di seminar dan jurnal ilmiah.

Karena itu, penelitian yang dipublikasikan di seminar-seminar di Indonesia jarang dijadikan referensi oleh peneliti yang lain, karena keberadaannya tidak diketahui.

Hal itu dikatakan oleh Dr Eng Anto Satriyo Nugroho dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPP Teknologi Indonesia, ketika bertindak selaku keynote speaker pada Seminar Nasional Riset Teknologi Informasi 2007 (SRITI 2007) di Ruang Presentasi Laboratorium Terpadu STMIK Akakom Yogyakarta, Sabtu (7/7).

Menurut dia, jurnal penelitian berbahasa Indonesia di bidang komputasi kurang terasa efektivitasnya, padahal jurnal merupakan media formal untuk mengomunikasikan ide sebuah penelitian ke dunia akademik ataupun industri.

Akibatnya, kalangan industri di Indonesia tidak mengetahui riset apa saja dan potensi apa saja yang dimiliki oleh peneliti Indonesia, karena hal tersebut tidak terkomunikasikan dan kerja sama antara kalangan akademik dan dunia industripun akhirnya kurang terbina.

Dikatakan oleh Satriyo, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya-upaya menjalin komunikasi antara kalangan akademik, lembaga penelitian, kalangan industri, dan masyarakat agar riset yang dilakukan cepat terpublikasikan.

''Jika komunikasi itu terbina dengan baik, hal ini juga akan membantu kalangan peneliti untuk dapat secara cepat mengetahui dan memformulasikan masalah apa yang tengah dihadapi di dunia industri ataupun di kalangan masyarakat,'' tambahnya.

Semantara itu, menurut Ketua Pelaksana SRITI 2007 Drs Berta Bednar MT, SRITI yang diselenggarakan untuk kedua kalinya tersebut masih di sekitar peringatan HUT ke-28 STMIK Akakom. Beberapa pemakalah datang dari tempat jauh di antaranya Medan, Lampung, Jakarta, Bandung, Surabaya bahkan ada dari Ambon. (P12-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA