| Senin, 09 Juli 2007 | INTERNASIONAL |
Israel Setuju Bebaskan 250 Tahanan PalestinaJERUSALEM - Kabinet Israel Minggu kemarin setuju untuk membebaskan 250 tahanan Palestina. Pembebasan itu bertujuan memperkuat Presiden Palestina Mahmud Abbas. ''Bagi saya, keputusan itu sangat berharga karena kami ingin memanfaatkan segala cara untuk memperkuat kembali unsur-unsur moderat di tubuh Otoritas Palestina,'' kata Perdana Menteri Ehud Olmert. Olmert telah menjanjikan pembebasan itu pada KTT 25 Juni dengan Abbas. Sidang kabinet melakukan voting dengan hasil 18 mendukung dan enam menolak pembebasan 250 tahanan. Setelah daftar tahanan yang akan dibebaskan disetujui, masih diperlukan waktu beberapa hari sebelum pembebasan itu terlaksana. Pemerintah Israel mengajukan batas waktu 48 jam bagi Mahkamah Agung untuk meninjau atau menolak keputusan itu. Pembebasan tahanan biasanya mendapat tentangan dari keluarga korban serangan Palestina. Warga Palestina sendiri menganggap orang-orang yang ditahan sebagai pahlawan dalam perjuangan melawan pendudukan. Kubu Fatah Saeb Erekat, pembantu senior Abbas, menyambut baik keputusan Israel itu. Namun, dia mendesak ada koordinasi dengan Palestina dalam hal penyusunan daftar tahanan yang dibebaskan. ''Isu mengenai tahanan butuh lebih dari sekadar sikap kebijakan. Namun, kami menyambut gembira pembebasan tahanan itu,'' kata dia. Diperkirakan saat ini ada sedikitnya 10.000 orang Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan, seluruh tahanan pria dan perempuan punya hak untuk bebas. Dia menegaskan, pembebasan tahanan yang hanya berasal dari kubu Fatah adalah bagian dari upaya Abbas untuk makin memisahkan diri dengan Hamas. Amerika Serikat dan Uni Eropa terus mendorong Olmert untuk menjalin kontak dengan pemerintahan Abbas supaya perundingan damai bisa dilanjutkan lagi.(rtr-gn-25) |