logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Juli 2007 EKONOMI
Line

Sekilas Ekonomi

Industri Jamu Miliki Peran Penting

JAKARTA-Jamu sebagai warisan tradisi leluhur tidak hanya berperan menjaga kesehatan generasi bangsa tetapi juga sebagai aset nasional yang potensial. Selain memberikan devisa melalui sektor nonmigas, jamu juga memberikan kontribusi di bidang sosial budaya.

Ha itu terungkap saat pelantikan GP Jamu periode 2007-2011 di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Humas GP Jamu Septiana Manulang, GP Jamu didirikan untuk menaungi industri jamu di Indonesia yang berkembang pesat. Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional di Indonesia beranggotakan aktif sekitar 800 perusahaan, terdiri industri obat tradisional besar dan kecil, usaha jamu racikan, usaha jamu gendong, penyalur, pengecer serta termasuk usaha bidang simplisia.

Dari jumlah itu, 750 diantaranya terdiri dari 129 Industri Obat Tradisional (IOT) dan selebihnya sebanyak 621 adalah Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) yang telah dibina oleh GP Jamu di 14 provinsi Indonesia.(bn-59)

Danone Bangun Pabrik Susu

JAKARTA-Danone membangun pabrik susu segar dengan nilai investasi mencapai 5 juta euro atau sekitar Rp 123 miliar di Cikarang, Jakarta Timur. Pabrik itu kemarin diresmikan langsung oleh CEO and Chairman Danone Group Franck Riboud.

"Ini untuk meningkatkan kecerdasan anak-anak dan membantu membuat produk susu segar bagi anak Indonesia," ujarnya dalam jumpa pers peresmian pabrik susu tersebut di gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan.

Riboud menuturkan, dana investasi itu sepenuhnya berasal dari modal perusahaan. Tidak satu sen pun yang berasal dari pinjaman pihak luar.

"Investasi ini murni dana Danone. Tidak ada kredit dari bank mana pun," tambahnya.(dtc-59)

Teh Rolas Produksi Wonosari

MALANG-Meskipun di Malang terdapat kebun dan pabrik teh, namun keberadaan teh merek Rolas buatan kebun teh Wonosari belum begitu dikenal. Padahal teh produksi PTPN XII Unit Usaha Strategis (UUS) Kebun Teh Wonosari Lawang tersebut sudah ada sejak zaman Belanda.

Kalaupun masyarakat akhirnya mengetahui tentang teh itu karena selama ini promosi teh lebih banyak didominasi produk-produk yang sering muncul di layar kaca. "Masyarakat banyak yang belum tahu tentang teh Rolas," kata Manager Unit Bisnis Strategik (UBS) III PTPN XII Ir Suhadak MM, kemarin.

PTPN UUS Kebun Teh Wonosari Lawang ini memproduksi teh untuk memenuhi konsumsi teh lokal. Teh itu diberi merek dagang "Rolas" yang diambil dari angka "12" sebagai produk hilir karena hanya dipasarkan di pasar lokal.(Jo-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA